KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kasus Covid-19 kembali terdeteksi di Kota Madiun. Diduga, kasus baru ini merupakan varian baru virus korona.
Dinas kesehatan pengendalian penduduk dan keluarga berencana (Dinkes-PPKB) setempat menyebutkan ada satu kasus anyar yang ditemukan menjelang libur Nataru.
Saat ini, penderita tersebut tengah menjalani isolasi mandiri (isoman) di Kota Madiun.
Kadinkes-PPKB Kota Madiun dr Denik Wuryani mengungkapkan, pasien positif Covid-19 itu hanya mengalami gejala ringan.
Meski ada temuan kasus baru, namun pihaknya mengklaim penyebaran Covid-19 di Kota Madiun saat ini masih terkendali.
‘’Meski terkendali, kami mengimbau kepada masyarakat untuk meingkatkan kewaspadaan dengan menerapkan prokes (protokol kesehatan). Salah satunya menggunakan masker ketika beraktivitas di tempat umum,’’ tuturnya kemarin (23/12).
Dia tak menampik potensi penularan Covid-19 saat Nataru bisa terjadi dan semakin meningkat ketika libur Nataru.
Sebagai tindak lanjut, pihaknya telah menginstruksikan kepada seluruh puskesmas dan rumah sakit di Kota Madiun untuk mencegah penyebaran penyakit yang menyerang saluran pernapasan itu sesuai dengan surat edaran (SE) dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
‘’Sudah kami lakukan upaya antisipasi. Salah satunya, kami mengedarkan SE turunan guna meningkatkan kewaspadaan masyarakat,’’ katanya.
Selain itu, kata dia, pihaknya juga sudah menyiagakan sarana dan prasarana penanganan maupun perawatan pasien Covid-19 seandainya kasus benar-benar melonjak.
Di samping itu, dia juga menegaskan bahwa sejumlah fasilitas kesehatan (faskes) tetap membuka pelayanan vaksinasi bagi masyarakat sampai dengan saat ini.
‘’Kami tidak lelah mengingatkan masyarakat untuk vaksinasi booster. Silakan vaksin di puskesmas-puskesmas sesuai jadwal layanan,’’ ucpanya.
Menurutnya, capaian vaksinasi di Kota Madiun saat ini belum maksimal. Khususnya vaksinasi booster pertama maupun kedua.
Untuk capaian booster pertama baru menyentuh sekitar 70 persen.
Sedangkan booster kedua baru 40-an persen. ‘’Kami imbau juga masyarakat untuk melengkapi vaksinasi booster sebelum 31 Desember,’’ pinta Denik. (ggi/her)
Editor : Mizan Ahsani