Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Malangnya Nasib Petani Kota Madiun: Jatah Pupuk Subsidi Susut, Jauh dari Usulan RDKK

Mizan Ahsani • Jumat, 12 Januari 2024 | 01:00 WIB

SUMBER PANGAN: Masa tanam padi oleh petani di Kota Madiun tahun ini dihantui keterbatasan kuota pupuk subsidi. (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)
SUMBER PANGAN: Masa tanam padi oleh petani di Kota Madiun tahun ini dihantui keterbatasan kuota pupuk subsidi. (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)
 

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Alokasi pupuk subsidi untuk Kota Madiun tahun ini menurun drastis.

Sebetulnya, dinas ketahanan pangan dan pertanian (DKPP) setempat telah mengajukan rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) cukup banyak.

Kebutuhan pupuk yang diusulkan meliputi 696,151 ton urea dan 629,253 ton jenis NPK untuk mencukupi lahan tanam seluas 786,31 hektare.

Namun, alokasi yang diterima para petani di Kota Madiun jauh dari harapan.

Tahun ini petani hanya mendapatkan alokasi pupuk 367,482 ton untuk urea dan 184,760 ton NPK.

Alokasi ini jelas menurun jika dibandingkan pada 2023. Ketika itu masih ada jatah untuk pupuk NPK sekitar 99 persen, sedangkan jenis urea 42 persen.

Kepala DKPP Kota Madiun Totok Sugiarto tak menampik hal tersebut. Bahkan, kondisi ini terjadi di hampir seluruh daerah di Jatim.

Alokasi pupuk subsidi yang digelontorkan Kementerian Pertanian (Kementan) diratakan. Kecuali daerah penghasil lumbung padi.

‘’Ketersediaan pupuk NPK saat ini sekitar 50 persen. Sementara, alokasi pupuk urea kurang dari 50 persen (berdasarkan RDKK),’’ katanya kemarin (10/1).

Setelah mengetahui alokasi pupuk subsidi, selanjutnya DKPP bakal mengajukan surat ke Pemprov Jatim untuk permintaan penyaluran kepada 32 gabungan kelompok tani.

Hanya saja, saat ini surat yang dimaksud masih belum diteken wali kota Maidi.

‘’Sudah ada di meja pak wali. Tinggal menunggu pak wali saja. Diusahakan pada bulan ini (pupuk subsidi) sudah bisa disalurkan kepada kelompok tani,’’ harap Totok.

Alokasi pupuk subsidi tahun ini jelas tidak mencukupi kebutuhan petani dengan lahan produktif yang ada di Kota Madiun. Dampaknya, peningkatan hasil panen akan sangat sulit dicapai.

‘’Tapi, kami masih mengupayakan untuk adanya penambahan kuota agar bisa mengurangi beban petani. Apalagi, harga pupuk non-subsidi saat ini cukup mahal,’’ terang Totok. (mg1/her)

Luas Lahan Pertanian Kota Madiun

Sebaran Luas Sawah

Usulan Kebutuhan Pupuk Subsidi

Alokasi Pupuk Subsidi

Sumber: DKPP Kota Madiun

Editor : Mizan Ahsani
#kota madiun #pertanian #pupuk subsidi #petani