KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Lepas maghrib Rabu (10/1) lalu, perasaan tak enak menjalari Bambang Luken, 56, saat mengamati rumahnya dari lantai dua masjid.
Kediaman warga Jalan Halim Perdana Kusuma, Kelurahan Kejuron, Taman, itu tampak gelap. Semula dikira sambungan listrik bermasalah.
Ternyata, tempat tinggal Bambang roboh akibat hujan lebat.
''Biasanya cuma bocor, tapi ini malah ambruk seperti ini,'' kata Bambang, Kamis (11/1).
Sebelum apes menimpa, Bambang mengaku sempat mendapat firasat buruk.
Bersamaan hujan deras disertai angin kencang yang melanda kawasan sekitar sejak sore. Berbagai perabotan elektronik dipindah ke tempat aman.
''Setelah beres-beres, rumah saya tinggal salat Maghrib ke masjid bersama istri,'' ujarnya.
Usai salat maghrib, Bambang tak langsung pulang. Kendati, perasaan sudah tak enak saat mengamati rumah dalam kondisi gelap dari masjid.
Dia balik setelah salat Isya berjamaah. Sesampainya di rumah, dia terbelalak mendapati ruang tengah rumah yang roboh.
''Karena sudah malam, saya lapor RT lalu menginap di rumah tetangga,'' ujarnya.
Keesokan paginya, sejumlah warga dan petugas mengevakuasi rumah Bambang. Gotong royong membersihkan reruntuhan.
''Rumah merupakan bangunan lama, roboh karena hujan deras disertai angin,'' kata Lurah Kejuron Andyka Yuliatama.
Tindakan darurat dilakukan. Seperti pemberian penutup terpal di bagian bangunan yang roboh.
Andyka menyampaikan, korban juga mendapat bantuan sembako jatah sepekan ke depan. ''Total kerugian ditaksir mencapai Rp 15 juta,'' pungkas lurah. (mg1/den)
Editor : Mizan Ahsani