KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Kenangan masa kecil membentuk Alvian Setya Patria menjadi seorang kreatif.
Jari-jemarinya berhasil membuat miniatur kereta api komplet pernak-perniknya. Karyanya diminati hingga luar daerah.
Beraneka rupa barang bernuansa kereta api menyesaki salah satu ruang di kediaman warga Madiun ini. Seperti foto klasik sebuah sepur. Pun, miniatur lokomotif CC 206.
''Miniatur ini (lokomotif CC 206, Red) koleksi pertama saya pada 2017,'' kata Alvian.
Alvian kelewat suka dengan hal yang berbau kereta api.
Semua berawal dari kenangan masa kecil pria kelahiran 1992 ini. ''Dulu sering diajak bapak lihat kereta Lori angkut tebu dari PG Kanigoro,'' terangnya.
Yang semula mengoleksi, Alvian lantas mencoba merakit. Gerbong datar, gerbong gondola, gerbong minyak, hopper, hokkar, dibuat semirip mungkin dengan aslinya.
''Merakit dengan alat khusus, butuh waktu enam bulan,'' ungkap pemilik lokomotif BB 304, BB 303, dan BB 305 buatan Perancis itu.
Pada 2022, Alvian membuat miniatur sepur bertema Stasiun Madiun. Ia meniru keadaan serupa kala itu.
Seperti keberadaan warung pecel, pos-pos, kantor pos, dan yang lain. ''Bahan-bahannya ABS plastik tebal, pipa paralon, dan akrilik,'' sebutnya.
Suami Ayu Wahyuning Setia ini dominan membuat layout dan diorama. Karyanya ada yang laku Rp 2-3 juta.
Pengemar kebanyakan dari luar kota. Seperti Jogja, Solo, Bandung, Jakarta, Semarang, dan Surabaya. ''Semoga lebih banyak lagi teman-teman yang hobi seperti ini,'' harapnya. (mg1/den)
Editor : Mizan Ahsani