KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Sub Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio dimulai serentak, Senin (15/1).
Di Kota Madiun, pelaksanaan diawali di Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Taman dengan menargetkan anak berusia 0-7 tahun tanpa memandang status imunisasi sebelumnya.
‘’Hari ini (kemarin, Red) imunisasi polio serentak hingga 21 Januari. Tumbuh kembang generasi ke depan ini jangan sampai terganggu. Salah satunya, polio,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi.
Dia memastikan belum ada kasus temuan anak terpapar virus polio tipe-2 di Kota Madiun. Kendati begitu, pihaknya ogah kecolongan.
Sehingga, imunisasi mesti segera dilakukan guna mencegah virus tersebut menyerang anak-anak.
‘’Belum ada dan jangan sampai ada (kasus, Red). Memang ada temuan kasus di beberapa daerah, maka kami antisipasi jangan sampai terjadi di kota kita,’’ ujar mantan Sekda Kota Madiun itu.
Pelaksanaan PIN Polio berdasarkan Surat Edaran Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia Nomor: IM.02.03/Menkes/1051/2023.
SE Menkes itu berisi tentang Pelaksanaan Sub PIN dalam rangka prnanggulangan KLB Polio cVDPV2 dilaksanakan sebanyak dua putaran.
Putaran pertama mulai 15–21 Januari 2024, sedangkan putaran kedua dimulai pada 19-25 Februari 2024.
‘’Semakin cepat pelaksanaannya akan semakin baik,’’ terang Maidi.
Menurutnya, imunisasi polio sangat penting. Pasalnya, virus polio dapat menyerang anak pada usia berapa pun.
Namun, sangat riskan jika menyerang anak-anak di bawah usia lima tahun (balita).
Polio menyebar melalui kontak orang ke orang. Ketika seorang anak terinfeksi virus polio, virus masuk ke dalam tubuh melalui mulut dan berkembang biak di usus.
Virus tidak akan rentan menginfeksi dan mati bila seorang anak mendapatkan imunisasi lengkap terhadap polio.
‘’Selain wajib imunisasi, kami imbau orang tua untuk betul-betul merawat dan mengawasi anak mereka lebih ketat lagi,’’ tutur Maidi.
Berdasarkan catatan dinas kesehatan, pengendalian penduduk dan keluarga berencana (dinkes PPKB) setempat, ada sekitar 18 ribu jiwa anak yang bakal menerima imunisasi polio.
Vaksin yang digunakan berjenis Noval Oral Polio Vaccine Type 2 (nOPV2).
Setiap anak mendapat dua tetes dengan dosis 0,5 mililiter (ml) dalam sekali imunisasi. ‘’Target cakupannya 100 persen selesai semua sesuai jadwal,’’ katanya.
Dia menginstruksikan dinkes PPKB dan dinas pendidikan (dindik) setempat untuk berkoordinasi dalam pelaksanaan PIN Polio.
Selain itu, meminta masing-masing puskesmas yang tersebar di kota ini ikut terjun dalam akselerasi capaian imunisasi.
‘’Kalau ada anak yang belum hadir dan belum imunisasi segera dideteksi. Nanti saya kunjungi langsung ke rumah,’’ pungkas Maidi. (mg1/ggi/her/adv)
Editor : Mizan Ahsani