KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Program lingkungan bersih atau prolisih kembali berlanjut tahun ini di Madiun.
Bahkan, Pemkot Madiun menaikkan alokasi anggarannya. Dari sebelumnya hanya Rp 5 juta, menjadi Rp 10 juta untuk masing-masing RT.
Wali Kota Madiun Maidi mengatakan, penambahan anggaran prolisih itu mempertimbangkan penambahan pembangunan saluran air, pavingisasi dan pengelolaan sampah.
Anggaran tersebut dapat dimanfaatkan kelompok masyarakat (pokmas) melalui RT untuk pemeliharaan.
‘’Saya yakin kalau yang membersihkan lingkungan itu warga setempat sendiri pasti jauh lebih bersih. Karena manfaatnya juga untuk mereka lagi,’’ terang Maidi.
Maidi menilai prolisih ada kesinambungannya dengan pembangunan PSU (prasarana, sarana dan utilitas).
‘’Kami bangun tanggung jawab dan partisipasi warga setempat. Salah satunya memberikan bantuan anggaran bersih-bersih,’’ imbuhnya.
Mantan Sekda Kota Madiun itu mengungkapkan, pelaksanaan prolisih sebelumnya berlangsung baik. Bahkan, dapat meningkatkan gotong royong masyarakat.
Sebab, implementasinya warga secara swadaya aktif melakukan pembersihan lingkungan mereka. Mulai dari normalisasi saluran air dan pengelolaan sampah.
‘’Tahun ini, pelaksanaannya akan dievaluasi setiap tiga bulan. Ada standar kebersihannya dan akan saya cek sendiri,’’ tegas Maidi.
Total ada 1.025 RT yang bakal mendapatkan bantuan prolisih. Terdiri dari 392 RT di Kecamatan Taman; 324 RT di Manguharjo; dan 309 RT di Kartoharjo.
Anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 10,2 miliar. ‘’Dengan program ini, semua lingkungan terjaga kebersihannya. Tidak menggantungkan tindakan dari pemkot,’’ kata Maidi. (ggi/her)
Jumlah RW di Kota Madiun
Kecamatan Taman: 105 RW
Kecamatan Manguharjo: 88 RW
Kecamatan Kartoharjo: 74 RW
Jumlah RT
Kecamatan Taman: 392 RT
Kecamatan Manguharjo: 324 RT
Kecamatan Kartoharjo: 309 RT
Data diolah dari berbagai sumber
Editor : Mizan Ahsani