Jawa Pos Radar Madiun - Wali Kota Madiun Maidi sedang menyambangi Jepang. Dr Maidi membagikan aktivitasnya selama di Negeri Matahari Terbit melalui akun Instagram @pakmaidi.
Sabtu (20/1), wali kota Maidi tampak menyambangi Shibuya, Tokyo. Dia mengaku kagum dengan banyak hal di Shibuya.
Salah satu yang dia apresiasi adalah kebersihan kawasan ini. Padahal, Shibuya termasuk kawasan yang paling sibuk di Tokyo.
"Di jalan tidak ada tempat sampah. Tapi juga tidak ada sampah yang berserakan. Bersih sekali," ujarnya.
Setelah itu, Maidi tunjuk contoh sungai di Shibuya. Bersih tak ada satupun sampah dia temukan. "Bersih sekali. Sumber Umis kita arahkan seperti ini," terangnya.
Wali kota menyebut, penataan di Sumber Umis (Pahlawan Street Center), diarahkan seperti di Shibuya. Dinding sungai ditahan plengsengan beton pracetak sehingga lebih kuat dan rapi.
"Kalau di sini Shibuya River, di Madiun Sumber Umis River," sebut Dr Maidi.
Selain penataan sungai, wali kota juga kagum dengan budaya tertib di Shibuya. Sikap tertib masyarakat Jepang tersebut begitu kentara di Shibuya Crossing (Simpang Shibuya).
Ini merupakan kawasan paling sibuk sekaligus ikonik di Tokyo. Walaupun persimpangannya terdiri dari lima jalan, tapi lalu lalang kendaraan dan orang yang menyeberang begitu tertib.
"Ketika waktunya jalan, semua orang tertib jalan," terangnya.
Maidi lantas membandingkan dengan Penyeberangan Kasih Sayang di PSC.
PSC menerapkan sistem pelican crossing, yakni zebra cross yang dilengkapi tombol bagi penyeberang, untuk memberi sinyal kepada kendaraan supaya berhenti.
Lain cerita di Shibuya Crossing.
"Perlintasan kendaraan dan pejalan kaki semua diatur waktunya. Kapan mobil dari ruas ini boleh jalan, kapan pejalan kaki boleh menyeberang,'' jelasnya.
"Contoh-contoh baik ini yang akan kita bawa pulang ke Kota Madiun," imbuh Maidi. (naz/*)
Editor : Mizan Ahsani