KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Komoditas bahan pangan masih menjadi momok pengerek inflasi di sejumlah daerah. Di Kota Madiun, hal tersebut coba diantisipasi melalui operasi pasar.
''Mulai tahun ini, kami gelar operasi pasar bapokting (bahan pokok dan penting) mulai Senin sampai Jumat,'' kata Wakil Pimpinan Cabang Perum Bulog Madiun Hendra Kurniawan.
Hendra menyampaikan, operasi pasar merupakan upaya penstabilan harga serta penekanan inflasi.
Sadar hal itu, pihaknya memutuskan ambil porsi lebih di tahun ini. Minus Sabtu dan Minggu dalam sepekan, berbagai komoditas bahan pangan dijual dengan harga miring.
''Termasuk di Kota Madiun, bapokting itu sangat mempengaruhi inflasi,'' ujarnya.
Sejumlah bapokting masuk operasi pasar mulai pagi sampai sore di halaman kantor Bulog Madiun.
Meliputi beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP), beras premium, gula pasir, minyak goreng, dan telur ayam ras.
Hendra mengklaim, sejumlah komoditas itu tersebut dibanderol sesuai harga eceran tertinggi (HET).
Seperti beras SPHP kemasan lima kilogram Rp 51 ribu dan yang lain (selengkapnya lihat grafis). ‘’Jenis barang yang dijual sifatnya kondisional,'' ungkapnya.
Warga bebas membeli bapokting sesuai kebutuhan. Kendati demikian, pihak bulog memberlakukan pembatasan pembelian untuk beberapa komoditas.
''Khusus beras SPHP dibatasi 10 kilogram per orang, minyak goreng maksimal empat liter,'' sebutnya.
Hendra mengatakan, per hari bulog mampu menjual 500 kilogram beras SPHP, 50 kilogram beras premium, 50 kilogram gula pasir, dan 60 liter minyak goreng.
‘’Warga kota dan sekitarnya yang ingin belanja kebutuhan dengan harga murah bisa datang ke kantor kami,’’ pungkasnya. (ggi/den)
BANDEROL OPERASI PASAR
Beras SPHP lima kilogram Rp 51 ribu
Beras premium lima kilogram Rp 68.500
Beras kemasan khusus Rp 17 ribu per kilogram
Telur ayam ras Rp 24 ribu per kilogram
Gula pasir Maniskita Rp 16 ribu per kilogram
Minyak goreng kemasan 900 mililiter Rp 14 ribu
Editor : Mizan Ahsani