Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Bambrongan Sumbat Kali Piring Kota Madiun, Sehari Petugas Angkut Sampah hingga 7 Truk!

Mizan Ahsani • Senin, 29 Januari 2024 | 20:00 WIB

 

BIANG BANJIR: Petugas DPUPR Kota Madiun mengangkat sampah bambrongan yang menyumbat aliran Kali Piring di Kelurahan Pilangbango, Kecamatan Kartoharjo, Minggu (28/1). (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)
BIANG BANJIR: Petugas DPUPR Kota Madiun mengangkat sampah bambrongan yang menyumbat aliran Kali Piring di Kelurahan Pilangbango, Kecamatan Kartoharjo, Minggu (28/1). (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Hujan deras Sabtu (27/1) lalu membuat sampah rumah tangga dan bambrongan menumpuk di Jembatan Bok Malang.

Dampaknya, aliran Kali Piring tersumbat. Ini ditengarai menjadi pemicu timbulnya genangan air di sejumlah wilayah Kota Madiun.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun mengerahkan satu alat berat dan truk untuk mengangkut sampah.

Hanya dalam sehari, Minggu (28/1) kemarin, sampah yang diangkut sebanyak 4–5 truk.

"Hari ini (kemarin, Red) kami turunkan alat berat untuk mengangkat bambrongan yang menyumbat di Kali Piring," ujar Kepala DPUPR Kota Madiun Thariq Megah.

"Harus segera kami angkat agar tidak menimbulkan luapan air di kawasan setempat," sambungnya.

Sejak memasuki musim penghujan, pihaknya memang ditugasi wali kota Maidi untuk menormalisasi saluran air dan sungai yang ada di Kota Madiun.

Dalam 2–3 minggu terakhir, petugas dari DPUPR rutin menginspeksi saluran yang diduga menjadi pemicu banjir di wilayah perkotaan.

"Pembersihan saluran dilakukan setiap dua hari sekali," ungkapnya.

Di sisi lain, pihaknya juga membuka layanan on call.

Masyarakat bisa melaporkan seandainya ada penyumbatan saluran air di lingkungan tempat tinggal mereka.

"Segala upaya kami optimalkan. Kapan pun ada temuan dalam inspeksi atau laporan dari masyarakat, kami lakukan penanganan sesegera mungkin," kata Thariq.

Dari hasil inspeksi sementara ini, Thariq mengungkapkan ada saluran di wilayah perkotaan yang mengalami sedimentasi.

Karena itu, perlu segera dilakukan pengerukan untuk mengurangi masalah genangan air.

"Tapi, untuk sementara pengerukan kami lakukan di sungai-sungai besar. Mulai Kali Piring, Kali Sono dan Sarangan," terang mantan kabid bina marga tersebut.

Dengan banyaknya sampah rumah tangga yang dikeruk kemarin, artinya masih banyak warga yang membuang sampah ke sungai maupun saluran air.

Sementara itu, bambrongan ratarata kiriman dari Kabupaten Madiun.

"Kami imbau warga tidak membuang sampah sembarangan. Seharusnya aliran air sungai lancar. Karena sampah menjadi tersumbat dan air meluap," jelas Thariq.

Selain pengerukan dan normalisasi saluran hingga sungai, pihaknya juga memaksimalkan keberadaan 11 pompa air submersible maupun hydraulic pump.

"Semua pompa kami siagakan. Sehingga, air luapan segera terbuang dan tidak terlalu menggenang lama," pungkasnya. (ggi/her)

Editor : Mizan Ahsani
#kota madiun #hujan #sampah #genangan #banjir #kali piring