KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pemungutan suara Pemilu 2024 tinggal menghitung hari.
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Madiun pun terus menggenjot capaian perekaman e-KTP untuk pemilih pemula.
Sebab, dokumen administrasi kependudukan (adminduk) itu menjadi salah satu syarat untuk mencoblos di TPS pada 14 Februari mendatang.
‘’Tahun lalu, kami sudah melaksanakan jemput bola ke SMA/SMK sederajat dan hasilnya cukup maksimal. Tapi, masih ada beberapa yang belum perekaman e-KTP,’’ ungkap Kepala Dispendukcapil Kota Madiun Agus Triono kemarin (1/2).
Berdasarkan Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) dan Data Pokok Pendidikan (Dapodik), tercatat sebanyak 6.640 sasaran harus melakukan perekaman e-KTP.
Sebanyak 6.177 sasaran sudah rekam e-KTP pada 2023 dan 54 sasaran di tahun ini. Sedangkan, 409 sasaran sisanya belum rekam.
‘’Ada beberapa kendala dalam perekaman. Mulai penolakan karena masih enggan difoto hingga sasaran yang bersekolah atau berada di luar kota,’’ terangnya.
Menurut Agus, sebanyak 409 sasaran yang belum perekaman e-KTP itu merupakan pelajar yang akan berusia 17 tahun pada 2024. Baik sebelum pemilu atau pilkada pada 27 November nanti.
‘’Upaya kami selanjutnya menyurati sasaran sesuai by name by address untuk segera melakukan perekaman e-KTP,’’ katanya.
Agus mengungkapkan, sasaran yang belum dan hendak melakukan perekaman e-KTP dapat datang langsung ke kantor Dispendukcapil Kota Madiun antara Senin-Minggu sesuai jam pelayanan.
Selain itu, pihaknya juga memberikan pelayanan lebih dekat dengan perekaman keliling ke masing-masing kelurahan sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Untuk persyaratannya, lanjut dia, cukup membawa fotokopi kartu keluarga (KK).
‘’Perlu kami sampaikan, kami menjalankan program Anti-Prei. Di hari libur kami tetap membuka pelayanan. Dan, proses perekaman gratis tanpa dipungut biaya,’’ terang Agus.
Sampai saat ini, capaian perekaman e-KTP bagi pemilih pemula di Kota Madiun telah mencapai 93,27 persen.
Bahkan, Agus menyebut capaian itu termasuk yang tertinggi kedua di Jatim. Pihaknya optimistis capaian akan tuntas seiring upaya-upaya yang dilakukannya.
‘’Kami berharap sasaran segera melakukan perekaman. Karena, e-KTP sebagai identitas warga negara dan kebutuhan dasar dari seluruh pelayanan,’’ pungkasnya. (ggi/her/*)
Editor : Mizan Ahsani