KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Belasan calon jemaah haji atau CJH Kota Madiun harus bersabar. Terutama, mereka yang belum lolos tes kesehatan istithaah.
Hal itu diungkapkan Tri Wahyuning Novitasari, subkoordinator pelayanan penyakit menular dan tidak menular Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB).
‘’Ada 19 CJH asal Madiun yang perlu pengobatan,’’ kata Tri Wahyuning Novitasari, Minggu (4/2).
Ratusan CJH telah menjalani serangkaian tes kesehatan istithaah. Namun, kondisi fisik belasan di antara mereka dinyatakan belum memenuhi ketentuan.
Alhasil, mereka tak bisa melunasi biaya haji pada tahap pertama yang berakhir 12 Februari 2024.
‘’Karena diabetes, perlu pengobatan selama satu sampai dua bulan,’’ ungkap Vita, sapaan Tri Wahyuning Novitasari.
Vita mengungkapkan, belasan jemaah itu harus aktif menjaga kesehatan. Seperti, rutin minum obat serta diet gula agar kadar gula darah normal.
‘’Kondisinya akan kami evaluasi lagi sebelum akhir pelunasan periode kedua pada 26 Maret,’’ ujarnya.
Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kemenag Kota Madiun Khoirul Kamami menyebutkan, 135 CJH telah melunasi biaya perjalanan ibadah haji (bipih).
Sementara pelunasan tahap biometrik baru diselesaikan sembilan CJH.
‘’Biometrik bisa dilakukan sampai H-3 pemberangkatan yang kemungkinan pertengahan Mei,’’ kata Kamami.
Kepala Kantor Kemenag Kota Madiun Ahmad Munir menambahkan, penting bagi seluruh CJH menjaga kesehatan.
Sebab, 95 persen dari serangkaian ibadah haji berupa kegiatan fisik. ‘’Terus berusaha, berdoa, dan tawakal kepada Allah SWT,’’ kata Munir. (mg1/den)
Data Seputar Haji Kota Madiun
Kuota rugeler haji 2024: 254 jemaah
Istithaah: 201 jemaah
Belum istithaah: 19 jemaah
Sudah biometrik: 9 jemaah
Sudah melunasi Bipih: 135 jemaah
Waktu pembayaran Bipih: 10 Januari–12 Februari (tahap pertama)
Editor : Mizan Ahsani