MANGUHARJO, Jawa Pos Radar Madiun – Tugas berat menanti satuan perlindungan masyarakat (satlinmas). Itu seiring pelaksanaan Pemilu 2024. Terutama keamanan dan ketertiban di tempat-tempat penting dalam coblosan.
‘’Satlinmas itu kerja keras tanpa disuruh, disiplin tanpa diawasi, dan jujur bertugas,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi dalam apel pengamanan Pemilu 2024 di alun-alun setempat, Senin (5/2/2024).
Sebanyak 1.500 petugas satlinmas mengikuti apel. Maidi memberikan sejumlah penekanan terhadap tugas mereka. Termasuk, satlinmas yang harus update situasi dan kondisi terkini. Potensi gangguan bisa muncul dari berbagai sektor.
‘’Menjadi anggota satlinmas harus aktif melihat perubahan yang terjadi di pesta demokrasi, beri contoh baik ke masyarakat,’’ ungkapnya.
Ribuan satlinmas itu bakal ditugaskan ke sejumlah titik penting coblosan. Seperti tempat pemungutan suara (TPS) dan posko kelurahan. Pun, melekat panitia maupun unsur lain dalam penyelenggaran pemilu.
Maidi meminta mereka ambil bagian sesuai porsi masing-masing untuk mendukung pemilu berkualitas dan demokratis. ‘’Koordinasi dengan babinsa maupun bhabinkamtibmas terus dijaga agar Kota Madiun aman, damai, dan kondusif,’’ ujarnya.
Sejumlah pihak turut hadir dalam apel. Seperti Kodim 0803/Madiun, Denpom V/1 Madiun, Pom AU Lanud Iswahjud, Batalyon Infanteri 501/Bajra Yudha, Batalyon C Pelopor Sat Brimob. Pun, forkopimda setempat serta komisi pemilihan umum (KPU) dan badan pengawas pemilu (bawaslu) setempat.
‘’Kami akan support pengamanan selama jalannya pemilu,’’ kata Komandan Kodim 0803/Madiun Letkol Inf Meina Helmi.
Sementara itu, Komandan Kodim 0803/Madiun Letkol Inf Meina Helmi menyampaikan, tugas TNI di lapangan membantu Pemerintah Daerah (Pemda) dan kepolisian dalam pelaksanaan pengamanan Pemilu tahun 2024 dengan menggaris bawahi tidak ada anggota Babinsa di lokasi TPS.
Helmi menuturkan, semua kekuatan militer telah diinventarisasi untuk pengamanan pemilu. Sebanyak 680 personel TNI bakal diterjunkan untuk Kota Madiun dan Kabupaten Madiun.
Setiap perkembangan situasi dan kondisi terus dipantau. Hal tak diinginkan diantisipasi. ‘’Tentara tidak ikut politik, tapi harus paham situasi. Kami tetap siaga suatu saat dibutuhkan mem-backup kepolisian," tegasnya. (mg1/den/*)
Editor : Hengky Ristanto