KEDIRI, Jawa Pos Radar Madiun - Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kota Madiun wajib berbangga diri. Produk UMKM Kota Madiun bakal mejeng pada etalase penjualan di Bandara Internasional Dhoho Kediri.
Ini setelah sejumlah produk UMKM Kota Madiun lolos proses kurasi yang dilakukan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskopusmik) dan PT Angkasa Pura 1, pada Selasa (23/1) lalu.
Alhasil, produk UMKM Kota Madiun itu dinyatakan layak dan siap untuk dijual di Bandara Internasional Dhoho Kediri.
Dilansir dari JawaPos.com, pada Selasa (6/2), produk UMKM Kota Madiun yang paling banyak lolos kurasi dari ke-13 daerah seputaran mataraman yang berencana menjajakan produknya di Bandara Internasional Dhoho Kediri.
Keterangan dari Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Kota Madiun R.Andriono Waskito Murti, menyebutkan enam produk UMKM Kota Madiun akan dipasarkan di Bandara Internasional Dhoho Kediri.
"Setelah itu ditindaklanjuti dengan rakor. Kita bawa beberapa produk unggulan untuk dikurasi. Alhamdulillah, enam produk yang kita bawa, semuanya lolos untuk dipajang," ujar Andriono, seperti dikutip dari JawaPos.com.
Menurutnya, produk UMKM Kota Madiun tersebut termasuk yang banyak lolos kurasi. Sebab, kota-kabupaten lainnya hanya berhasil meloloskan sekitar tiga produk saja.
"Dari enam itu, ada produk batik, kerajinan topi, dompet dari goni, dan lainnya. Kita patut bangga termasuk yang banyak lolos," rincinya.
Dipajangnya produk UMKM Kota Madiun di bandara kebanggan warga Kabupaten Kediri itu, diharapkan mampu memotivasi pelaku UMKM Kota Madiun untuk terus meningkatkan kualitas produknya.
"Harapannya setelah ditampilkan bisa diberi stand untuk berjualan di Bandara tersebut," kata dia.
Selain itu, hal tersebut diharapkan juga mampu menjadi media promosi peningkatan pemasaran produk UMKM Kota Madiun agar lebih dikenal masyarakat luas.
Masih dilansir dari JawaPos.com, dari 140 produk berupa makanan dan minuman (mamin), craft atau kerajinan tangan, dan produk olahan kopi, hanya 70 produk UMKM saja yang lolos proses kurasi.
Seratusan lebih produk UMKM itu berasal dari 13 daerah mataraman. Meliputi Kabupaten Kediri, Kota Kediri, Blitar, Madiun, Kabupaten Nganjuk, Jombang, Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Madiun, Ngawi, dan Magetan. (jawapos.com/sib)
Editor : Budhi Prasetya