KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Coblosan Pemilu 2024 tinggal hitungan hari. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Madiun pun makin gencar untuk meningkatkan partisipasi pemilih dalam pesta demokrasi lima tahunan tersebut.
‘’Tujuh hari menjelang pemungutan suara, kami berupaya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menyukseskan pemilu. Jauh-jauh hari kami sosialisasikan bagi berbagai segmen pemilih,’’ kata Komisioner Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia KPU Kota Madiun Rokhani Hidayat kemarin (7/2).
Menurutnya, satu suara masyarakat sangat menentukan masa depan bangsa. Karena itu, pihaknya mendorong warga yang memiliki hak pilih untuk datang ke TPS pada 14 Februari mendatang.
‘’Kami berharap target nasional 80 persen partisipasi pemilih yang ditetapkan KPU RI bisa terlampaui,’’ harapnya.
Berkaca pada Pemilu 2019 lalu, tingkat partisipasi pemilih di Kota Madiun mencapai 81 persen. ‘’Target paling tidak 82 persen. Insya Allah dan kami berharap bisa lebih,’’ ujar Rokhani.
Bagaimana dengan 18 persen lainnya? Rokhani mengungkapkan, margin persentase itu disebabkan karena sejumlah faktor. Seperti pemilih yang terdaftar daftar pemilih tetap (DPT) sudah meninggal dunia, pindah pilih dan domisili.
‘’Kecenderungan golput tidak datang ke TPS juga jadi penyebab. Kami berharap camat, lurah, dan tokoh masyarakat setempat sedia mengajak mereka,’’ katanya. (ggi/her)
Editor : Hengky Ristanto