KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kota Madiun makin diminati investasi asing. Tercatat, dalam sepekan ini, penjajakan telah dilakukan pemkot dengan investor dari Tiongkok dan Korea Selatan (Korsel) untuk dua sektor penanaman modal yang berbeda.
Bahkan, menurut kepala badan perencanaan pembangunan, penelitian dan pengembangan daerah setempat, Suwarno, INADATA consulting dari Amerika Serikat menyusul masuk pada Senin (26/2).
‘’Nanti INADATA akan ke sini. Mereka akan memaparkan program-program (investasi) yang bisa ditangkap oleh Pemkot Madiun,’’ katanya, Kamis (22/2/2024).
Dalam menangkap peluang investasi tersebut, pihaknya juga bakal mengundang pemerintah daerah (pemda) lainnya di Madiun Raya untuk ikut ambil bagian. Dengan harapan, ada potensi penanaman modal asing (PMA) yang dapat ditangkap dan cocok di daerah mereka.
Sementara soal penjajakan pembangunan Peceland dengan pihak konsorsium maupun investor dari Korsel, Suwarno mengatakan itu termasuk bagian dari sasaran strategis atau janji politik wali kota Maidi.
‘’Karena (program) yang lain sudah selesai (ditepati). Seperti laptop gratis, pavingisasi, (pemasangan) PJU. Adapun program di tahun-tahun selanjutnya hanya sebatas rehab-rehab,’’ ujar mantan kepala DPUPR itu.
Selain itu, menurut dia, pembangunan yang sempat diutarakan wali kota Maidi dalam janji politiknya sudah ditepati. Termasuk penutupan saluran air untuk mencegah banjir.
‘’Sedangkan yang kaitannya dengan program Peceland, ini masih dalam penjajakan. Kami dampingi mereka (investor Korsel) ke lokasi untuk melihat-lihat,’’ ungkapnya.
Sementara itu, wali kota Maidi menyatakan tak percuma promosi tentang Kota Madiun yang sempat dilakukannya selama berkunjung ke luar negeri perlahan membuahkan hasil.
Apalagi, biaya hidup di Kota Pendekar cukup terjangkau dan pertumbuhan ekonominya terus naik setiap tahunnya. ‘’Artinya, dengan banyaknya investor dari luar negeri yang masuk ini menunjukkan bahwa kota kita sangat diminati,’’ ujarnya. (ggi/her)
Realisasi Investasi Kota Madiun
2016: Rp 347,3 miliar
2017: Rp 1,38 triliun
2018: Rp 966,7 miliar
2019: Rp 968,7 miliar
2020: Rp 327,6 miliar
2021: Rp 202,1 miliar
2022: Rp 214,4 miliar
2023: Rp 236,3 miliar
SUMBER: DPMPTSP Kota Madiun
Editor : Hengky Ristanto