SURABAYA, Jawa Pos Radar Madiun - Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk menciptakan universal coverage.
Terkait hal itu, Adhy Karyono meminta seluruh instansi untuk mencontoh daerah yang capaiannya positif, termasuk Kota Madiun, yang menyabet Paritrana Award Jatim 2023.
"Sinergitas pemangku kepentingan di daerah harus ditingkatkan," ujarnya, via ANTARA, Kamis (29/2).
Menurutnya, universal coverage sangat penting untuk segera dilaksanakan sebagai perwujudan Inpres RI 2/2021, Permendagri 27/2021, dan Pergub Jawa Timur 36/2021.
"Kalau sudah mencapai 100 persen Universal Coverage, maka kesejahteraan masyarakat semakin tinggi dan kemiskinan semakin turun,” sebut Adhy.
Adhy mengatakan dengan terciptanya Universal Coverage diharapkan berseiring juga dengan terwujudnya keadilan dan kesejahteraan sosial bagi masyarakat Jawa Timur.
"Sinergitas dan kolaborasi dari seluruh pihak harus terus ditingkatkan, baik itu BPJS Ketenagakerjaan, pemerintah daerah maupun pemangku kepentingan lainnya," tegasnya.
Adapun berdasarkan data BPS, jumlah penduduk potensi peserta di Jawa Timur sebesar 14,8 juta orang.
Sementara yang sudah terlindungi melalui program BPJS Ketenagakerjaan per Desember 2023 sebanyak 5,07 juta orang atau 31,7 persen.
Mereka yang masuk 31,7 persen tersebut telah mendapatkan perlindungan dasar.
Adapun rinciannya, 3,3 juta tenaga kerja penerima upah, 1,03 juta tenaga kerja bukan penerima upah, sedangkan untuk tenaga kerja konstruksi terdapat 737,8 ribu orang.
Dari data tersebut, Adhy menyampaikan bahwa Coverage perlindungan jaminan sosial di Jawa Timur masih tergolong rendah.
Oleh karenanya berbagai upaya dilakukan guna meningkatkan Universal Coverage. Salah satunya dengan penghargaan jaminan sosial ketenagakerjaan atau Paritrana Award.
Dalam kesempatan yang sama, Adhy menyerahkan penghargaan Paritrana Award kepada 27 penerima dari sembilan kategori.
Sebagai informasi, Anugerah Paritrana Award Jatim 2023 ini merupakan gelaran yang ketujuh kali. Kali ini, sembilan kategori dianugerahkan.
Berikut para penerimanya.
Kategori skala usaha kecil mikro diraih CV Bumi Lautan Kopi, PT Bipang Jangkar Abadi, Sarilezat Indoraya.
Kategori perusahaan besar sektor keuangan diraih PT BPR Artha Pamenang, PT Bank Maspion Indonesia, Perumda BPR Bank Daerah Lamongan.
Kategori perusahaan besar sektor perdagangan dan jasa diraih PDAM Tirta Tamansari Kota Madiun, PT Abna Samanhudi Santika Husada RS Wava Husada, PT PLN Nusantara Power Service.
Kategori perusahaan besar manufaktur dan kontruksi diraih PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia, PT Barokah Karya Unggul, PT Bhirawa Steel.
Kategori perusahaan besar sektor pertanian, peternakan, perkebunan dan perikanan diraih SGN Prad Jekan, PT Wonokoyo Jaya Corporindo, KPSP Setia Kawan.
Kategori sektor pendidikan diraih Universitas Brawijaya, Universitas Airlangga, Universitas Surabaya.
Kategori pemerintahan desa atau kelurahan diraih oleh Desa Tamansari, Wuluhan, Jember; Desa Tulungrejo, Bumiaji, Kota Batu; Desa Banjaran Driyorejo, Gresik.
Kategori kabupaten atau kota diraih Kota Madiun, Kota Probolinggo, Kabupaten Gresik.
Kategori perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi petani tembakau dan pekerja rentan melalui DBHCT 2023 diraih Pemkab Mojokerto, Tulungagung, dan Lamongan. (naz)
Editor : Mizan Ahsani