KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Distribusi kursi masing-masing partai politik (parpol) di DPRD Kota Madiun sudah terang benderang.
Perindo, PDIP dan Demokrat yang memperoleh empat kursi dengan perolehan suara terbanyak dibandingkan PSI serta PKS, bakal berhak dengan posisi pimpinan DPRD untuk masa periode 2024–2029.
Jika hasil rekapitulasi yang dilakukan KPU tidak ada perubahan dan peserta pemilu lain tak mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK), sudah pasti posisi ketua dan wakil ketua DPRD bakal diduduki Armaya, Anton Kusumo serta Istono.
‘’Karena ketiganya menjabat sebagai ketua di masing-masing partai yang mereka pimpin saat ini,’’ kata Kokok Heru Purwoko, pengamat politik dari Masyarakat Transparansi Madiun, Kamis (29/2/2024).
Namun yang perlu digarisbawahi, kata Kokok, persaingan bakal sengit dalam perebutan kursi alat kelengkapan dewan (AKD) nanti. Sebab, ada lima partai yang sama-sama mengoleksi empat kursi di parlemen. ‘’Terutama yang sengit adalah perebutan kursi komisi,’’ ungkapnya.
Kokok mempunyai alasan untuk itu. Sebab, dalam penentuan kursi AKD tidak melihat perolehan suara parpol maupun calon anggota legislatif (caleg) terpilih. Namun, penentuannya berdasarkan musyawarah antarfraksi di DPRD.
‘’Musyawarah itu pun belum tentu menemui kesepakatan bersama. Saya memprediksi jika musyawarah deadlock bakal dilakukan voting,’’ ujar mantan Ketua Bawaslu Kota Madiun itu.
Nah, dalam proses ini, lanjut Kokok, lobi antarparpol sangat mungkin terjadi. Bahkan, terbentuk koalisi gemuk.
‘’Semisal, parpol A, B dan C berkoalisi. Bisa jadi masing-masing parpol akan memasang calon untuk diunggulkan dalam voting di tiga kursi komisi,’’ jelasnya.
Koalisi antarparpol dalam perebutan posisi AKD itu, menurut Kokok, besar kaitannya dengan koalisi pada pemilihan kepala daerah (pilkada) mendatang. Karena bisa dipastikan tidak ada parpol yang bisa mengusung pasangan calon wali kota dan wakil wali kota sendiri ketika pilkada nanti.
Dengan kata lain, menurutnya, bakal ada koalisi nano-nano (minimal dua partai).
‘’Dari dinamika politik di DPRD, bisa menjadi cikal bakal koalisi parpol untuk pilkada nanti. Tapi, bisa saja nanti ada skenario lain, bahkan kemungkinan juga bubar,’’ paparnya. (ggi/her)
Editor : Hengky Ristanto