Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Sambut Hari Raya Nyepi, Umat Hindu Madiun Raya Jalani Upacara Melasti

Anggiyan Bayu • Sabtu, 9 Maret 2024 | 14:15 WIB

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Menjelang Nyepi (tahun Saka 1946) yang jatuh pada Senin (11/3), umat Hindu di Madiun Raya mulai melaksanakan rangkaian upacara Melasti.

Para umat Hindu membawa buah-buahan dan sayuran untuk menjalani prosesi upacara Melasti di Pura Sanggha Bhuwana, Maospati, Magetan kemarin (8/3). (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)
Para umat Hindu membawa buah-buahan dan sayuran untuk menjalani prosesi upacara Melasti di Pura Sanggha Bhuwana, Maospati, Magetan kemarin (8/3). (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)

Sesuai tradisi, upacara Melasti umumnya dilakukan 1-3 hari sebelum Nyepi. Ritual untuk melebur dosa tersebut dilaksanakan di Pura Sanggha Bhuwana kemarin (8/3).

Upacara Melasti atau Mekiyis di Maospati, Magetan itu dipimpin Pinandita Tjening Sutarna. Kegiatan diawali dengan persembahyangan bersama seluruh umat Hindu dan dilanjutkan mengambil air yang akan disucikan.

Dalam prosesi ini, ratusan umat Hindu juga membawa sejumlah sesajian untuk prosesi upacara. Di antaranya, buah-buahan dan sayuran. Doa dan puji-pujian dilantunkan sepanjang perjalanan prosesi upacara ini berlangsung diringi bunyi-bunyian gamelan.

Tjening menjelaskan, Melasti menjadi momen kebersamaan bagi umat Hindu. Selain dari aspek keagamaan, Melasti menjadi waktu di mana orang-orang berkumpul, berbagi cerita, dan mempererat ikatan sosial mereka. Melasti merupakan rangkaian kegiatan Nyepi tak terlepas dari ajaran adiluhung Tri Hita Karana.

‘’Ya, harapan seperti yang sudah-sudah saja. Harapan umat supaya melaksanakan catur brata penyepian dengan tenang di masing-masing rumah. Sehingga mencapai kehidupan yang lebih maju sehari-hari,’’ terangnya.

Sebelumnya, umat Hindu di Madiun Raya juga telah melaksanakan kegiatan Makerti Ayuning Segara. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi serta bentuk kepedulian terhadap lingkungan dengan mengadakan bersih-bersih dan bakti sosial (baksos).

Kemudian, besok (10/3) digelar tradisi Tawur Kesanga yang dilanjutkan dengan mengarak Ogoh-ogoh sebagai perlambang Bhuta Kala kelilng di sekitar halaman pura.

Setelah itu, dilaksanakan Nyepi di rumah masing-masing pada Senin (11/3), lalu Ngembak Geni keesokan harinya (12/3) di Pura Sanggha Bhuwana.

Lebih lanjut, Tjening mengatakan Nyepi tahun ini mendatangkan suasana baru. Sehingga, umat Hindu bisa membuka lembaran baru dengan menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

‘’Momen Nyepi tahun ini juga berbarengan dengan awal Ramadan. Kami berharap seluruh umat bisa menjaga kerunukan dalam beragama,’’ ujarnya. (ggi/her)

Editor : Hengky Ristanto
#magetan #kota madiun #nyepi #melasti