Jawa Pos Radar Madiun – Bagi Nabila Farisa, bernyanyi adalah the way of life. Karena sejak masih belia, cewek yang akrab disapa Lala itu memang kerap menunjukkan hobi menyanyi.
Dia menyatakan bahwa keluarganya memang suka mendengarkan musik.
Kesukaan itu pun menularinya. Kegemarannya pada musik berlanjut saat kuliah.
Tak sekadar mendengarkan, dia juga sering mengikuti berbagai kompetisi grup musik bersama teman-teman seangkatan.
‘’Biasanya tiap akhir pekan job live music di kafe-kafe di Madiun. Nah, Senin–Jumat fokus kuliah,’’ kata mahasiswi ISI Yogyakarta itu, Minggu (10/3).
Lala menggemari semua genre musik. Di antaranya, pop dan dangdut. Namun, ada berbagai lagu favorit yang biasa dia nyanyikan.
Yakni, lagu-lagu Jawa ambyar milik Denny Caknan dan Gilga Sahit. Dia pun menyukai lagu-lagu masa kini lainnya yang easy listening.
Putri pasangan Heru Santosa dan Pungki Sawitri itu juga mengaku bisa memainkan sejumlah alat musik.
Seperti keyboard, piano, bass, gitar akustik hingga drum. Meski begitu, ada hal unik yang menjadi kebiasannya saat akan manggung.
‘’Ya, masih sering grogi. Malah biasanya muntah-muntah,’’ ungkap Lala yang berdomisili di Jalan Pesanggrahan IV/9 A tersebut.
Lala berharap ke depannya bisa menjadi guru vokal. Sehingga, ilmu yang dikuasainya bisa di-share ke anak-anak.
‘’Saat ini, saya berusaha menjadi remaja yang aktif dalam berbagai kegiatan positif,’’ ucap peraih runner-up 1 Kakang-Mbakyu Kota Madiun 2022/2023 itu. (mg1/her)
Editor : Hengky Ristanto