Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Bulan Ini, Daerah di Madiun Raya Masuk Musim Puncak Penghujan

Anggiyan Bayu • Senin, 11 Maret 2024 | 16:15 WIB

 

WASPADA: Berdasarkan prakiraan Stasiun Geofisika III BMKG Nganjuk, sepanjang bulan ini menjadi musim puncak penghujan di daerah Madiun Raya. (BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)
WASPADA: Berdasarkan prakiraan Stasiun Geofisika III BMKG Nganjuk, sepanjang bulan ini menjadi musim puncak penghujan di daerah Madiun Raya. (BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Musim penghujan memasuki puncaknya. Sebagian besar wilayah Madiun Raya akan diguyur hujan hingga beberapa hari ke depan. Baik hujan intensitas sedang maupun lebat disertai angin.

Itu merujuk prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Nganjuk. ‘’Sepekan ke depan, hujan berlangsung siang hingga malam hari. Kemungkinan sampai 14 Maret,’’ kata Kepala Kelompok Operasi (Kapoksi) Stasiun Geofisika III BMKG Nganjuk Tekad Sumardi, Senin (11/3/2024).

Menurut Tekad, hujan semalam suntuk yang terjadi di beberapa wilayah Madiun Raya merupakan hal lazim di puncak musim penghujan. Cuaca serupa masih akan terjadi sepekan ke depan. Tapi, intensitasnya bakal berkurang.

‘’Hujan diprediksi tidak merata. Awan sudah terpecah atau tidak padat seperti Sabtu lalu (9/3),’’ ungkapnya.

Meski tidak merata, lanjut Tekad, kondisi awan bakal menciptakan suatu blok wilayah. Fenomena itu dikhawatirkan terjadi di wilayah dataran rendah. Curah hujan yang terkonsentrasi pada suatu wilayah berpotensi banjir.

‘’Patut diwaspadai, khususnya di daerah dataran rendah yang drainase airnya tidak maksimal. Terutama di daerah perkotaan,’’ ujarnya.

Hujan intensitas sedang hingga lebat bakal disertai angin kencang dan petir. Itu seiring potensi terbentuknya awan cumulonimbus. Angin puting beliung patut diwaspadai di daerah berupa hamparan luas.

‘’Secara historis, puting beliung berpotensi besar terjadi di wilayah Balerejo dan Wonoasri, Kabupaten Madiun,’’ ungkap Tekad.

Awan cumulonimbus rawan memunculkan petir. Baik di antara awan dengan awan, maupun awan dengan bumi. Penggunaan ponsel saat fenomena awan cumulonimbus patut dihindari. Terutama di tempat terbuka.

‘’Kebiasaan berteduh di pohon dan menggunakan ponsel saat hujan lebat sangat berbahaya. Kami imbau matikan ponsel atau berteduh di tempat aman lainnya,’’ tegasnya.

Tekad menyampaikan, Maret merupakan siklus puncak musim penghujan. Sebelumnya, puncak sempat terjadi pada Januari lalu. Kemudian, intensitas penghujan turun pada Februari.

Pasca puncak Maret ini, dia memperkirakan intensitas hujan perlahan turun memasuki periode April hingga Juni mendatang. ‘’Maret boleh dikatakan puncak. Karena, April nanti sudah mulai turun intensitasnya,’’ pungkasnya. (ggi/den)

Editor : Hengky Ristanto
#madiun raya #kota madiun #banjir #bmkg #puting beliung