KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kuliner di Jalan Rimba Darma makin beragam. Ini seiring telah beroperasinya tujuh dari 10 lapak kontainer yang ada di jalan tersebut.
‘’Sudah buka sebagian. Ada tiga lapak yang belum buka,’’ kata Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Madiun Ansar Rasidi, Selasa (12/3/2024).
Dia menjelaskan, pengisian tiga lapak kosong itu masih terganjal penentuan jenis usaha. Sebab, pihaknya mesti selektif menentukan jenis usahanya. Selain harus menyesuaikan minat pasar, jenis usaha di masing-masing lapak tidak boleh sama.
‘’Jenis usaha yang tidak dijual kebanyakan pedagang. Paling tidak kuliner yang kekinian dan tengah digandrungi penikmat kuliner saat ini,’’ jelas mantan kepala dinas perhubungan itu.
Menurut Ansar, penataan lapak kontainer perlu dilakukan guna membangun entitas kawasan Rimba Darma sebagai sentra kuliner. Konsepnya bisa seperti kawasan Kya-Kya di Jalan Kembang Jepun, Surabaya. ‘’Konsepnya untuk menyediakan jenis kuliner lengkap bagi pengunjung,’’ ungkapnya.
Selain lapak kontainer, di sepanjang Jalan Rimba Darma juga berjejer puluhan pedagang kaki lima (PKL). Saat ini, tercatat ada sebanyak 121 PKL menempati kawasan itu dengan masing-masing dibatasi penggunaan lahan seluas 7,2 meter persegi.
Selama Ramadan, Ansar mengaku tidak ada penyesuaian jam operasional di lapak kontainer Rimba Darma. Namun, pihaknya tetap mengingatkan kepada para pelaku usaha untuk menghormati warga yang berpuasa.
‘’Kota Madiun kan ada beragam agama ya. Operasional kami serahkan pada pengusaha. Terpenting saling menghormati,’’ pungkasnya. (ggi/her)
Editor : Hengky Ristanto