KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pemkot Madiun menggalakkan bazar Ramadan untuk mendongkrak ekonomi kerakyatan. Bazar itu melibatkan, tim PKK, pelaku UMKM dan pedagang kaki lima (PKL). Semula digelar 20–21 Maret di tiga kecamatan, pemkot lantas memperpanjang bazar tersebut hingga menjelang Lebaran.
Wali Kota Maidi yang mengunjungi bazar tersebut Kamis sore (21/3) lalu menyatakan mendukung penuh bazar Ramadan.
Menurutnya, gelaran tersebut termasuk bagian dari cara pemkot untuk membantu warga dalam memenuhi kebutuhan pokok selama Ramadan hingga menjelang Lebaran. ‘’Kami juga bagikan ratusan kupon takjil gratis,’’ katanya.
Menurutnya, ketika bulan puasa seluruh masyarakat mesti berbahagia. Karena bulan Ramadan penuh berkah.
‘’Alhamdulillah, Ramadan tahun ini membahagiakan. Dalam penyediannya (takjil) praktis, sehingga yang memasak atau membuat senang karena habis terjual,’’ ungkapnya.
Bazar beroperasi mulai pukul 15.00 hingga menjelang magrib. Penjual disiapkan lahan untuk berdagang. Dengan begitu, UMKM diharapkan bisa leluasa menjual produknya.
Sebelumnya, pemkot juga gencar menekan inflasi lewat bazar Ramadan. Caranya adalah dengan menyediakan pasar murah dalam bazar tersebut.
Ketua TP PKK Kota Madiun Yuni Setyowati menyampaikan, bazar Ramadan Berkah bertujuan menekan inflasi.
Menurutnya, hal langkah tersebut perlu dan penting dilakukan. ‘’Alhamdulillah, pemkot selalu hadir dalam upaya tekan inflasi,’’ ungkapnya.
Dalam bazar Ramadan itu pemkot menyediakan sekitar 500 pack beras SPHP dengan harga Rp 10.900 per kilogram. Operasi pasar juga menyediakan sejumlah bahan pangan dengan nominal subsidi masing-masing.
Per kilogram Rp 4 ribu untuk telur ayam ras, Rp 3 ribu minyak goreng, Rp 5-15 ribu cabai. ‘’Target, stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan pokok bisa terjaga sampai Lebaran,’’ ungkap Kepala Dinas Perdagangan Kota Madiun Ansar Rasidi. (mg1/her/prog)
Editor : Hengky Ristanto