KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Berburu takjil merupakan momen yang tak terlewatkan selama bulan Ramadan.
Namun, warga di Kota Madiun perlu lebih berhati-hati dalam memilih makanan. Karena bisa saja mengandung bahan berbahaya. Salah satunya formalin.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) Kota Madiun memeriksa kualitas takjil jelang berbuka puasa di kawasan alun-alun.
Subkor Farmasi Alkes dan Makanan Minuman Dinkes-PPKB Kota Madiun Suparida mengatakan, pemeriksaan berkaitan dengan lokasi jualan.
Harus bersih dan jauh dari sampah atau tempat pemrosesan akhir (TPA).
Kemudian, memastikan makanan tidak mengandung bahan berbahaya. Seperti zat pewarna atau pengawet.
‘’Beberapa ada yang sudah diuji sampel,’’ ungkapnya, Minggu (24/3).
Di samping itu, pihaknya juga sempat berdialog dengan pedagang apakah makanan takjil yang mereka jual tersebut diproduksi dalam empat jam sebelum dikonsumsi untuk berbuka puasa.
‘’Ini untuk memastikan bahwa makanan yang dijual tidak mengandung mikrobakteri dan aman dikonsumsi masyarakat,’’ terang Parida.
Meski begitu, dia menyatakan belum menemukan makanan yang tak sesuai dengan standar keamanan pangan.
Namun, Parida berharap para pedagang untuk menjaga kebersihan makanan yang mereka jual.
‘’Jangan menggunakan kantong plastik hitam, penggunaan bungkus kertas koran dan kalaupun memanfaatkan styrofoam, makanan jangan saat dalam keadaan panas,’’ jelasnya. (mg1/her)
Editor : Mizan Ahsani