KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Masalah kasus kriminalitas maupun ketersediaan pangan menjadi atensi tim kewaspadaan dini Kota Madiun menjelang Lebaran.
Pasalnya, mendekati momen Idul Fitri permintaan masyarakat akan bahan pokok penting (bapokting) berpotensi meningkat hingga dapat berdampak pada stabilitas harga komoditi di pasar.
Karena itu, wali kota Maidi mengingatkan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk menyiapkan langkah antisipasi sekaligus strategi penanganannya.
‘’Kalau subsidi ongkir jelas. Namun, seandainya harga (bapokting) masih tinggi nanti subsidi ditambah lewat dinas perdagangan. Jangan sampai harga tak terkendali,’’ katanya, Rabu (27/3).
Subsidi ongkir tersebut berpeluang diberlakukan untuk distribusi telur ayam. Sebab, harga telur ayam saat ini sudah tembus Rp 29.500 per kilogram.
Meski begitu, pemkot memastikan ketersediaan stok di pasar masih mencukupi. ‘’Ketersediaan bahan pangan di kota lebih dari cukup, khususnya sembako. Jadi, masyarakat tidak perlu panik berlebihan,’’ tutur Maidi.
Di samping itu, isu keamanan juga sempat disunggung Maidi. Apalagi, dalam beberapa hari terakhir terjadi kasus pencurian di Kota Madiun.
Dia berharap pihak kepolisian berikut masyarakat untuk mengantisipasi potensi terjadinya tindak kriminalitas menjelang Lebaran. ‘’Harus lebih waspada. Kalau perlu unsur keamanan lingkungan bisa lebih dioptimalkan,’’ ujarnya.
Terpisah, Kapolres Madiun Kota AKBP Agus Dwi Suryanto menekankan pentingnya kemanan dan kondusivitas wilayah mendekati momen Lebaran. Terlebih terkait potensi tindak pidana pencurian. Sebab, modus yang dipakai pelaku nyaris serupa.
Mereka beraksi saat rumah dalam keadaan sepi ditinggal salat tarawih, mudik maupun ketika menjelang waktu sahur.
‘’Saat tarawih rumah sudah dikunci dan keadaan kosong di Kelurahan Kelun. Tapi, uang digasak. Soal ini (kasus pencurian), kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada. Selain itu, juga tidak cuek dengan lingkungan,’’ terang Agus. (ggi/her/*)
Editor : Hengky Ristanto