KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun memperkirakan pertanian memasukki masa panen pada Maret hingga April 2024.
Adapun secara angka, hasil panen yang dihasilkan diprediksi mencapai 3.853 ton gabah kering panen alias GKP.
"Pada Maret ini ada 52 hektare dan April nanti 520 hektare, sehingga total ada 572 hektare sawah di Kota Madiun yang akan panen dengan jumlah total beras yang bisa dihasilkan mencapai 3.853 ton," ujar Kepala DKPP Kota Madiun Totok Sugiarto, Kamis, via Antara.
Menurut dia, dengan hasil panen tersebut, maka akan turut menjaga stabilisasi harga beras yang selama ini mengalami kenaikan.
Menurut Totok, per hektare sawah di Kota Madiun rata-rata mampu menghasilkan beras sekitar 6,8 ton.
Adapun, dari 572 hektare sawah yang panen, terbanyak berada di Kecamatan Kartoharjo yakni 376 hektare.
"Kemungkinan, produksi padi tahun ini akan semakin baik seiring dengan berbagai upaya peningkatan," katanya.
Salah satunya adalah penggunaan pupuk nonkimia ataupun organik yang menjadi faktor pendukung.
Hal ini pula yang gencar dilakukan DKPP Kota Madiun agar petani mengurangi penggunaan pupuk kimia.
Totok menambahkan Pemkot Madiun terus berupaya untuk meningkatkan produksi padi di tengah kondisi lahan pertanian setempat yang terbatas akibat alih fungsi lahan.
Di antaranya, melalui upaya bantuan bibit unggul, bantuan subsidi pupuk, pelatihan dan penyuluhan tentang penggunaan pupuk dan pestisida organik, serta bantuan alat dan mesin pertanian yang mumpuni. (naz)
Editor : Mizan Ahsani