''Kota kita semakin ramai dan sampah semakin naik. Tapi, persoalan ini sudah kami antisipasi,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi, Senin (1/4/2024).
Maidi tak menampik bahwa sampah bisa menjadi persoalan serius. Apalagi, di wilayah perkotaan. Jika dihitung, produksi sampah harian yang mencapai 120 ton itu, volume sampah bisa tembus 43.800 ton selama setahun.
Kondisi itu tentu berdampak pada kapasitas TPA Winongo. ‘’Jadi, sebelum dikirim ke TPA ada treatment yang dilakukan petugas. Salah satunya, memilah sampah yang dapat diolah. Artinya, tidak semua sampah ditumpuk di TPA,’’ ungkapnya.
Beberapa tahun terakhir pemkot konsisten melakukan upaya penguraian sampah di TPA. Sebagai contoh, sampah diolah menjadi gas metana (CH4). Hasil pengolahannya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur umum dan bahan produksi uap sauna di kawasan TPA.
‘’Selain diurai juga bermanfaat bagi masyarakat. Jadi, sampah tidak sampai overload di TPA,’’ tutur Maidi.
Sederet upaya pemkot berbuah hasil. Maidi menyebutkan, tumpukan sampah di TPA Winongo mengalami penurunan dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir. Paling signifikan terjadi pada 2019-2020 silam.
SAMPAH DI TPA WINONGO
- 2017
36.652 ton
- 2018
36.848 ton
- 2019
39.590 ton
- 2020
31.625 ton
- 2021
31.266 ton
- 2022
29.573 ton
Editor : Hengky Ristanto