KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Golden melon yang dibudidayakan Pemkot Madiun di Ngrowo Bening Edupark akhirnya dapat dipanen.
Minggu kemarin (7/4), wali kota Maidi memanen 3,6 ton buah yang membentang di lahan seluas 700 meter persegi itu.
‘’Melon jenis inthanon bisa dipetik untuk dibeli dan dinikmati masyarakat,’’ kata Maidi.
Golden melon sebanyak 3,6 ton tersebut dihasilkan dari 1.800 lubang tanam di tiga greenhouse.
Maidi menyebut masa panen melon berkualitas premium itu terbilang cepat. Yakni, hanya sekitar 70 hari.
‘’Rata-rata per buah melon memiliki berat 2 kilogram,’’ ungkapnya.
Menurut Maidi, golden melon yang ditanam pemkot itu bibitnya berasal dari Jepang.
‘’Penanaman hingga perawatannya juga menyesuaikan sistem tanam di Jepang. Alhamdulillah hasilnya bagus,’’ imbuhnya.
Lebih lanjut, Maidi mengungkapkan, hasil panen golden melon itu jika diuangkan mencapai Rp 90 juta.
Karena per kilogramnya dibanderl Rp 25 ribu.
Dengan demikian, apabila bisa panen 3–4 kali panen dalam setahun diperkirakan bisa meraup pendapatan hingga Rp 270–360 juta.
‘’Khusus di sini Rp 25.000 per kilogram. Silakan siapa saja bisa datang mencicipi melon di greenhouse selama persediaan masih ada,’’ ujarnya.
Selain golden melon, kata Maidi, di Ngrowo Bening Edupark juga dikembangkan budidaya madu dan porang.
‘’Fungsi Ngrowo Bening terus kami maksimalkan tanpa mengurangi keasriannya,’’ pungkas Maidi. (ggi/her)
Tentang Budidaya Melon Kota Madiun
- Luas greenhouse: sekitar 700 meter persegi
- Lubang tanam: 1.800 lubang
- Melon siap panen: 3,6 ton
- Harga: Rp 25 ribu per kilogram