KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Sejumlah cerita dan sejarah coba diungkap kembali di momen Hari Kartini. Seperti yang dilakukan warga SMPN 3 Madiun kemarin (22/4).
Peringatan dilakukan dengan berupa-rupa cara. ''Dahulu, SMPN 3 Madiun adalah SKP, sekolah kepanden putri,'' kata Humas SMP Negeri 3 Madiun Dwi Puspito Rini.
SKP bukan sekadar nama. Dwi menjelaskan, jenis sekolah tersebut hanya memiliki siswa perempuan.
Cerita dan sejarah terkait hal itu coba dibuka kembali dalam peringatan Hari Kartini tahun ini.
''Biar mereka (siswa, Red) juga mengenal dan tahu bahwa SMP 3 termasuk cagar budaya,'' ungkapnya.
Beragam kegiatan dilaksanakan. Seluruh siswa, 565 anak dari kelas VII sampai IX, dilibatkan.
Baca Juga: Nasdem-Gerindra Merapat, Maidi Didukung Koalisi Gemuk di Pilkada Kota Madiun 2024
Seperti upacara peringatan sampai pembelajaran dengan memakai kebaya. Pun, perihal cerita dan sejarah.
''Siswa diberi tugas membuat tulisan dengan chromebook tentang R.A. Kartini, seperti puisi dan cerpen,'' ujar Dwi.
Karya ratusan pelajar SMP tentang R.A. Kartini bakal dibukukan. Tentu, sebelumnya dinilai oleh guru.
Selanjutnya, buku tersebut akan disimpan di perpustakaan setempat.
''Diharapkan semua selalu mengingat jasa R.A. Kartini dan bisa lebih maju," tutur Dwi dalam peringatan Hari Kartini yang lengkap dengan tasyakuran, menyanyikan lagu kebangsaan, serta doorprize untuk guru yang dinilai melaksanakan teladan Kartini, itu. (mg1/den)
Editor : Mizan Ahsani