KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Problem penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMA/SMK 2023/2024 coba diminimalkan.
Agar tak terulang di momen serupa pada PPDB tahun ajaran 2024/2025.
''Hal-hal yang tidak objektif tidak bisa ditoleransi,'' kata Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono di GOR Wilis Kota Madiun, Selasa (23/4) lalu.
Adhy menyampaikan, problem PPDB 2023/2024 berkaitan dengan integritas kepala sekolah dan unit pendidikan.
Hal tersebut bakal diperbaiki tahun ini.
''Kalau ada yang betul-betul merugikan, hampir setiap waktu ada rotasi dan mutasi,'' ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Dinas Pendidikan Jatim Suhartono menambahkan bahwa PPDB tahun lalu telah dievaluasi. Suhartono mengamini ada beberapa kelemahan.
Kendati demikian, dia enggan membeber detail problem tersebut.
''Intinya, akan ada perbaikan di 2024. Secara teknis bisa bertanya kepada yang bertanggung jawab di UPT TIKP sebagai leading sector PPDB Jatim,'' ujar Suhartono.
Sebelumnya, PPDB dilaksanakan dengan sistem zonasi. Ketentuannya merujuk zona kabupaten/kota.
Sementara tahun ini, berdasarkan zona kelurahan/desa.
Sebaran sekolah, kondisi geografis, dan sebaran domisili calon peserta didik, menjadi beberapa faktor terkait zona kelurahan/desa. (mg1/den)
Editor : Mizan Ahsani