KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Keseriusan Pemkot Madiun mengatasi masalah sosial tak boleh dipandang sebelah mata. Kini, tersedia rusunawa I, II, dan III. Pun, pondok lansia.
Manfaat sederet fasilitas yang dibangun di era kepemimpinan Maidi itu telah dirasakan mereka dengan perekonomian kurang.
Di rumah susun sewa (rusunawa) I, salah seorang penghuni bernama Sadiyem. Dia dulu pindah dari kawasan dekat sungai di Kelurahan Nambangan Lor, Manguharjo.
''Saya menempati rusunawa ini sejak 2019,'' kata Sadiyem, Rabu (24/4).
Kala itu, Sadiyem hanya pasrah. Dia pindah cuma membawa pakaian.
Sebab, di rusunawa sudah tersedia berbagai fasilitas. Mulai kasur, kamar mandi, dapur, sampai isi ruang tamu berupa meja, kursi dan lemari.
Lima tahun sudah perempuan yang biasa disapa Mbah Lampong tinggal di rusunawa. ''Awalnya saya tidur di lantai, kemudian diminta petugas untuk pindah ke dipan,'' ujarnya.
Sadiyem mengaku senang menjadi penghuni rusunawa. Tempat tinggal yang disediakan Pemkot Madiun era kepemimpinan Wali Kota Maidi itu membuatnya nyaman.
Berbicara soal Maidi, nama tersebut amat lekat di hati perempuan 65 tahun itu.
''Setiap menengok penghuni rusunawa, Pak Maidi membawa dan membagikan beras dan sayuran. Anak-anak kecil sering diberi uang dan susu,'' ujarnya.
Sadiyem tak menyesal menghuni rusunawa I. Saat ini, dia ditemani satu cucunya.
"Alhamdulillah berbagai kebutuhan dibantu Pak Maidi, beliau sangat dekat dengan masyarakat,'' ucapnya.
Tiga tahun awal Sadiyem mendapat subsidi hunian alias gratis menempati rusunawa I.
Saat ini, dia membayar sewa Rp 210 ribu per bulan. Selain itu, listrik yang rata-rata Rp 100 ribu per bulan.
"Rusunawa ini sudah tergolong murah dengan fasilitas yang disediakan," ucapnya.
Nurvitayani, penghuni yang lain, menilai bahwa rusunawa tersebut sudah memiliki fasilitas lengkap.
"Kita menempati langsung karena ada semua fasilitas, daripada mengontrak yang hanya kamar kosong," kata perempuan 38 tahun yang dulunya ngontrak di Kelurahan Nambangan Kidul itu.
Nurvitayani menjadi penghuni rusunawa sejak lima tahun lalu. Hunian yang dia tempati bersama satu anak dan suami itu bukan sekadar tempat tinggal.
Namun, juga sebagai ruang untuk berusaha. Nurvitayani buka usaha kecil-kecilan.
Ruang tamu sarat berbagai jajanan. Itu setelah dia keluar dari tempat kerja sebelumnya, salon kecantikan.
''Selama ini enggak ada kendala, cuma kadang-kadang air seperti ada pasir kecilnya," ungkapnya. (mg1/den)
Editor : Mizan Ahsani