KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Manajemen konstruksi pembangunan dan pengelolaan instalasi pengolahan lumpur tinja (IPLT) di Kota Madiun dipaparkan.
Pemaparan teknis perencanaan itu melibatkan pihak Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Malang.
‘’IPLT tahun ini harus selesai. Anggaran sudah ada.
Kami belajar ke Pemkot Malang karena mereka sudah berpengalaman,’’ kata wali kota Maidi, Sabtu (27/4).
Selain itu, menurutnya, IPLT yang dioperasikan oleh Pemkot Malang memiliki kapasitas besar. Di samping itu, juga bisa membantu mendongkrak kas daerah dari retribusi pengolahan limbah cair.
‘’Pemkot Malang lebih dulu dalam pengelolaan IPLT. Kami lihat ke sana pengalamannya bagus. Harus belajar ke sana,’’ ujarnya.
Dengan adanya pembangunan IPLT, Maidi berharap pengelolaan limbah cair bisa dilakukan secara baik sekaligus menjadikan Madiun sebagai kota sehat.
‘’Syarat menjadi kota sehat harus ada IPLT. Karena Kota Madiun belum ada, tahun ini kami buat,’’ ungkap mantan Sekda Kota Madiun itu.
Sesuai perencanaan, IPLT akan dibangun di sebelah timur TPA Winongo dengan lahan seluas 3.895 meter persegi.
Untuk anggarannya sebesar Rp 11 miliar yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK).
‘’Pemilihan lokasi pembangunan IPLT mempertimbangkan akses jalan yang mudah dan jauh dari kawasan permukiman warga,’’ terang Maidi.
Lebih lanjut, Maidi mengungkapkan, ILPT yang akan dibangun pemkot ini memiliki kapasitas 20 meter kubik.
Mekanisme operasionalnya berupa pengolahan limbah tinja yang diambil dari rumah-rumah warga dengan mobil penyedot.
‘’Jangan sampai gagal dan mundur lagi. Tahun ini harus jadi,’’ tegasnya. (ggi/her)
SEPUTAR PROYEK PEMBANGUNAN IPLT
Lokasi : Sebelah timur TPA Winongo, Manguharjo
Luasan lahan : 3.895 meter persegi
Anggaran : Rp 11 miliar DAK APBN
Pelaksanaan dimulai : Maret
Pelaksanaan selesai : November
ITEM PEKERJAAN PROYEK IPLT
Gedung kantor IPLT
-Solid seperation chamber
-Drying area
-Anaerobic filter
-Gudang lumpur tinja
-Unit fakultas
-Unit maturasi
-Cascade aerator
-Wetland
-Bangunan sarana pendukung lainnya
Editor : Hengky Ristanto