KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Tatanan wajah wilayah Kota Madiun terus diupayakan untuk mengarah ke kota maju. Termasuk, menata jaringan utilitas. Misalnya yang terkait dengan kesemrawutan kabel.
Pantauan di beberapa ruas jalan, penataan jaringan utilitas memang sejauh ini belum tertangani. Terlebih di setiap persimpangan jalan. Kabel-kabel menumpuk menjadi satu. Padahal, pada 2017 sebetulnya pemkot telah mengesahkan peraturan daerah (perda) 14/2017 tentang penyediaan, penyerahan, dan pengelolaan prasarana, sarana dan utilitas perumahan dan permukiman.
Dalam regulasi tersebut, pemkot akan menata kabel. Mulai kabel listrik hingga kabel jaringan telekomunikasi dengan membangun ducting di sejumlah persimpangan jalan. Nah, program tersebut mulai running tahun lalu. PT Fiber Teknologi Nusantara (FTN) sudah membangun sarana jaringan kabel bawah tanah.
Kegiatan itu kemudian bakal ditindaklanjuti dengan penandatanganan nota kesepahaman bersama pemkot. ‘’Rencana kami ada MoU (memorandum of understanding) dengan pemkot terkait pekerjaan itu (ducting),’’ kata Direktur PT Fiber Teknologi Nusantara (FTN), Widyawati Farah Imelda kemarin (26/4).
Dia mengungkapkan, kerja sama FTN dengan pemkot sejatinya sudah terjalin sejak 2023 lalu. Hal itu ditunjukkan dengan pengerjaan penggalian jaringan kabel bawah tanah sepanjang 6 kilometer di beberapa ruas jalan. ‘’Proses MoU untuk melanjutkan pekerjaan. Sebelumnya kami membangun 6 kilometer,’’ ungkapnya.
Menurutnya, pengerjaan ducting perlu dilanjutkan mengingat masih ada sisa 27 kilometer ruas jalan yang mesti digali. Jumlah tersebut total dari beberapa jalan sepanjang 33 kilometer. ‘’Sampai akhir total 33 kilometer. Itu hingga benar-benar terkoneksi,’’ jelasnya.
Saat penggalian tahun lalu, pihaknya sempat mendatangkan trencher dari Australia. Alat berat itu memiliki kemampuan menggali maksimal 200 meter per hari. Sehingga, Widyawati optimistis pengerjaan bisa rampung lebih cepat. Mulai dari penggalian, penanaman pipa high density polyethylene (HDPE) dan pengaspalan ulang. ‘’Kami optimis bisa menuntaskan,’’ pungkasnya. (ggi/her)
Editor : Hengky Ristanto