KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Lelang paket penyiapan lahan untuk pembangunan Pasar Barang Bekas di Jalan Hayam Wuruk berlarut-larut. Proses tender proyek dengan pagu anggaran sebesar Rp 500 juta tersebut mesti diulang.
Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan ruang Hesti Setyorini mengatakan, paket tersebut mesti di-retender lantaran tidak adanya peserta lelang yang memenuhi kualifikasi saat proses evaluasi dilakukan.
‘’Karena tidak ada peserta lelang yang lolos evaluasi jadinya dilakukan tender ulang,’’ katanya, Sabtu (4/5/2024).
Berdasarkan data di LPSE Kota Madiun, semula terdapat 50 peserta lelang yang mengajukan penawaran paket proyek tersebut.
Setelah dilakukan pemeriksaan berkas awal ada empat rekanan yang bisa mengikuti tahapan lelang lanjutan.
Hanya saja, ketika dievaluasi ternyata keempat kontraktor tersebut tetap tak memenuhi persyaratan.
‘’Sesegera mungkin kami lakukan tender ulang. Dengan harapan, agar pelaksanaan proyek bisa jalan paling lambat pertengahan Juni nanti,’’ ujarnya.
Kendati di-retender, Hesti masih optimistis paket itu bisa selesai lelang tepat sebelum jadwal pekerjaan dimulai.
Adapun paket proyek penyiapan lahan untuk pembangunan Pasar Barang Bekas itu meliputi pekerjaan tanah uruk, pemadatan, beton, dan pondasi. ‘’Insya Allah masih bisa terlaksana sesuai jadwal,’’ katanya.
Selain paket penyiapan lahan Pasar Barang Bekas, ada satu paket proyek fisik milik DPUPR lainnya yang berpotensi dilakukan tender ulang.
Berdasarkan laman LPSE Kota Madiun, paket proyek pembangunan Pasar Pancasila sudah dilabeli tanda tender batal. ‘’Kalau paket (pembangunan) Pasar Pancasila masih proses. Kalau memang tender batal, sesegera mungkin juga kami lelang ulang,’’ pungkasnya. (ggi/her)
Editor : Hengky Ristanto