KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Persaingan memperebutkan rekom bakal calon wakil wali kota (bacawawali) pendamping Maidi dari Demokrat dimulai.
Minggu (5/5), tiga nama ikut mendaftar. Adalah Kiagus Firdaus yang kali pertama mendaftar sekitar pukul 09.00.
Dia mendatangi kantor DPC Demokrat di Jalan Ki Ageng Selo setelah Maidi selesai menyerahkan berkas formulir pendaftaran sebagai bakal calon wali kota (bacawali).
Setelah Kia, ketua DPC Demokrat Istono menyusul mendaftar 15 menit kemudian. Berkasnya diserahkan langsung kepada sekretaris DPC Demokrat Dasril Chaniago.
Selang setengah jam kemudian, giliran ketua DPD PSI Kota Madiun F Bagus Panuntun yang mendaftar sebagai bacawawali.
Istono mengatakan, proses penjaringan bacawali-bacawawali dari Demokrat berakhir pada Jumat (10/5). Sementara, kemarin terdapat empat bakal calon yang mendaftar.
Masing-masing satu orang yang mendaftarkan diri sebagai bacawali. Dan, tiga orang lainnya mendaftar sebagai bacawawali.
‘’Yang mendaftar bacawawali ini juga memenuhi tiga unsur. Yakni, dari internal (kader Demokrat), eksternal (Bagus PSI), dan masyarakat umum (Kia),’’ terangnya.
Istono sengaja ikut mendaftar karena merasa dipercaya dan didukung oleh kader Demokrat lainnya. Sehingga, dirinya berani mendaftarkan diri.
Meski begitu, ada mekanisme partai yang mesti dijalankan dalam menentukan siapa kandidat bacawawali pendamping Maidi.
Di antaranya, verifikasi administrasi dan dilakukannya survei internal untuk mengukur elektabilitas masing-masing bakal calon.
‘’Hasil survei nanti akan mengerucut kandidat siapa terkait dengan elektabilitas, kapasitas dan apa saja pengabdian yang sudah diberikan kepada masyarakat Kota Madiun. Itu nanti menjadi faktor kunci untuk diajukan satu paket pasangan calon kepada DPP guna mendapatkan rekom,’’ jelas wakil ketua DPRD itu.
Menurutnya, survei akan dilakukan selama satu bulan setelah proses pendaftaran bakal calon ditutup.
Dengan begitu, diharapkan pada akhir Juni mendatang sudah dapat terlihat berapa persentase besaran dukungan dari masyarakat terhadap para bacawali-bacawawali yang macung lewat Demokrat.
‘’Kami sadar tidak bisa mengusung satu paket (paslon). Karena itu, kami melakukan penjaringan. Selain itu, mudah-mudahan nanti ke depannya ada sinkronisasi dengan partai-partai yang satu koalisi,’’ kata Istono.
Sementara itu, Maidi yang merupakan mantan wali kota Madiun periode 2019–2024 sengaja mendaftarkan diri sebagai bacawali lewat Demokrat untuk memenuhi mekanisme partai koalisi pengusungnya.
‘’Jadi, proses administrasi partai kalau saya memang harus daftar, tentu akan saya ikuti,’’ ujarnya.
Di sisi lain, Maidi optimistis sebelas partai yang sempat mengantarkannya deklarasi sebagai bacawali pada Sabtu (4/5) lalu tepat solid.
Sehingga, bisa bersama-sama membangun Kota Madiun untuk periode 2025–2030.
‘’Nanti kita lihat semua sejauh mana kesetiaannya. Kalau mereka sudah deklarasi (mendukung) tapi ternyata malah lepas, baru begitu saja sudah lepas. Bagaimana mau urun (ikut) membangun,’’ ungkapnya.
Terpisah, Kiagus Firdaus memutuskan ikut mendaftar sebagai bacawawali lewat Demokrat karena partai tersebut yang memang secara resmi membuka proses penjaringan calon hingga saat ini.
‘’Saya bersyukur dan berterima kasih kepada Demokrat, serta semoga ini diikuti oleh partai lain untuk membuka penjaringan resmi secara terbuka. Sehingga, memberikan kesempatan kepada semua masyarakat untuk berkontribusi membangun Kota Madiun,’’ paparnya.
Kia tak menampik dirinya memang orang baru.
Namun, dirinya sudah berkecimpung di Kota Madiun dalam pengelolaan parkir tepi jalan umum maupun rumah sakit dan pasar sudah empat tahun lamanya.
‘’Dari sana lah, saya kemudian didorong oleh teman-teman paguyuban juru parkir ini, lah kenapa tidak ikut mendampingi Pak Maidi sebagai cawawali,’’ ungkapnya.
Di pihak lain, F Bagus Panuntun menyatakan langkahnya mendaftarkan diri sebagai bacawawali lewat Demokrat sudah dibicarakan dengan pengurs DPW dan DPP PSI.
Hasilnya, dirinya tetap diminta untuk mengikuti mekanisme penjaringan calon yang dilakukan parpol lain.
‘’Karena memang ada instruksi dari DPW PSI Jatim juga,’’ katanya.
Langkah yang dilakukannya ini, menurut Bagus, merupakan bagian dari proses demokrasi.
Apalagi, Demokrat dan PSI tergabung dalam satu koalisi yang mendukung Maidi sebagai bacawali. Di sisi lain, dia menegaskan partainya sudah menutup proses penjaringan bacawali dan cawawali.
‘’Untuk rekom (bacawali) sudah dipastikan ke Pak Maidi. Sehingga, saat ini kami tidak membuka pendaftaran bacawali-bacawawali,’’ jelasnya.
Sementara itu, mengintip seberapa besar peluang dirinya bisa mendampingi Maidi sebagai bacawawali, Bagus ogah berandai-andai.
Yang jelas, dia bakal rajin berkomunikasi dengan parpol lain terkait kemungkinan dirinya bisa menjadi satu paket pasangan calon (paslon) bersama Maidi.
‘’Semoga saja partai-partai juga bisa menyetujui pengajuan (sebagai bacawawali) yang saya ajukan, khususnya saat ini Demokrat,’’ tandasnya.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Madiun, di luar nama Istono, Kia dan Bagus Panuntun, ada Bagus Rizki Dinarwan yang merupakan ketua DPD Golkar berpotensi ikut mendaftar sebagai bacawawali lewat Demokrat.
Bagus Rizki (BR) disinyalir sudah mengambil formulir dan hanya tinggal menyerahkan saja ke DPC Demokrat. Rencananya, pengembalian formulir bakal dilakukan secepatnya. (ggi/her)
Editor : Mizan Ahsani