Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Gereja Santo Cornelius Kota Madiun Rayakan Kenaikan Yesus Kristus, Sebar Pesan Berbuat Baik ke Semua Makhluk 

Erlita H • Jumat, 10 Mei 2024 | 22:00 WIB
IBADAH: Suasana misa kenaikan Isa Almasih di Gereja Santo Cornelius, Madiun. (OKTA NUR WAHYU PRATAMA/JAWA POS RADAR MADIUN)
IBADAH: Suasana misa kenaikan Isa Almasih di Gereja Santo Cornelius, Madiun. (OKTA NUR WAHYU PRATAMA/JAWA POS RADAR MADIUN)

KOTA MADIUNJawa Pos Radar Madiun - Seluruh umat Kristiani merayakan misa kenaikan Isa Almasih.

Tak terkecuali di Gereja Santo Cornelius, Madiun. Ribuan jemaat turut hadir dalam perayaan tersebut.

''Yesus sungguh-sungguh dinobatkan naik ke surga menjadi raja semesta alam, itu yang kami rayakan," kata Romo Alexius Dwi Widiatna, Kamis (9/5).

Romo Alexius menyampaikan, manusia diutus mewartakan kabar baik. Injil membawa kebaikan bagi manusia, tumbuhan, sampai seluruh makhluk di bumi.

Diajak untuk menjadi orang-orang yang cinta dengan alam. ''Kita hidup bersama, harus berbuat baik kepada seluruh makhluk,'' ungkapnya.

Dalam perayaan misa kenaikan Isa Almasih dengan sekitar tiga ribu umat Paroki Santo Cornelius itu, berbagai pesan baik disampaikan.

Dalam pergaulan sehari-hari, harus mencintai sesama. Kemudian, bisa bekerja sama dengan semua orang maupun semua agama.

''Harus bisa membawa kesembuhan, bukan menyakiti orang,'' tuturnya. 

Tempat Penyelamatan di Zaman Jepang

Gereja Santo Cornelius, Madiun, berdiri sejak 1938. Dulunya, bagian dari Paroki Ambarawa, Jawa Tengah.

Pada 28 Juli 1897, didatangkan imam Cornelis Stiphout yang sebelumnya menjabat sebagai imam Pembantu di Magelang ke Madiun.

Katekis Paroki Gereja Santo Cornelius Tomas Suyasno mengatakan, 12 Maret 1899 gereja Katolik di Madiun dibangun di sebelah barat Pastoran, sekarang dipakai sebagai aula Bernardus.

''Gereja-gereja lama di Indonesia itu modelnya mirip seperti di Surabaya, Malang, dan Solo. Kalau yang baru, sudah macam-macam," kata Suyasno, Kamis (9/5).

Nama Santo Cornelius berkaitan dengan nama imam pertama Cornelis Stiphout.

Diabadikan sebagai nama gereja. Perekembangan dari waktu ke waktu semakin banyak membuka stasi termasuk Ponorogo yang saat ini sudah menjadi paroki.

''Gereja Santo Cornelius juga digunakan sebagai tempat untuk menyelamatkan orang pada zaman Jepang,'' ujarnya.

Gereja dengan daya tampung 600 orang itu terbuka untuk berbagai umat beragama.

Suyasno sangat senang ketika banyak masyarakat yang berkunjung atau melihat-lihat. Baik dari pesantren, SMA, dan lainnya. (mg1/den)

Editor : Mizan Ahsani
#santo cornelius #sejarah #madiun #yesus kristus #isa almasih #kenaikan #gereja