KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Sejumlah parpol di Kota Madiun memang sudah sepakat berkoalisi untuk mengusung bacawali Maidi.
Namun, untuk kemudian bisa permanen, koalisi baru itu harus menjalani tes yang tak mudah.
Yakni, penentuan nama yang akan diusung bersama untuk mendampingi mantan wali kota Madiun periode 2019–2024 tersebut.
Sejumlah partai tentu ingin menjadikan kader atau nama yang diusungnya untuk menjadi wakil.
Permasalahannya, dengan banyak partai, bisa jadi menentukan pendamping bacawali akan sangat alot.
Lobi politik harus menemukan titik temu di antara banyak kepentingan tersebut.
Hal itu sudah terlihat ketika Golkar mengusulkan nama Bagus Rizki Dinarwan menjadi bakal calon AE 2.
Bahkan, dalam beberapa hari terakhir, Bagus intens mengikuti proses penjaringan calon yang dilakukan oleh beberapa partai politik (parpol). Di antaranya, PKB, Nasdem, dan Demokrat.
Malah, sebelumnya dia sempat mengirim orang untuk juga mengambil formulir pendaftaran calon di PDIP.
Bagus menampik bahwa partainya mencoba bargaining kepada partai lain. Sebaliknya, dia hanya berusaha mengikuti mekanisme partai.
Seperti saat dirinya mendaftarkan diri sebagai bacawawali di Demokrat kemarin (9/5).
‘’Kami menghargai mekanisme parpol. Karena di Kota Madiun terbentuk koalisi, saya mendaftar di parpol koalisi yang ada,’’ katanya.
Selain Bagus, sebelumnya ada nama F Bagus Panuntun yang merupakan ketua DPD PSI, Istono (ketua DPC Demokrat) dan Kiagus Firdaus (bos juaragan parkir 55) yang juga ikut penjaringan.
Mereka menyerahkan berkas formulir pendaftaran sebagai bacawawali untuk bisa mendampingi Maidi di pilkada 2024.
‘’Alhamdulillah sampai hari ini (kemarin, Red) ada satu pendaftar bacawawali. Keempat Mas Bagus dari Golkar,’’ ungkap Istono, Ketua DPC Demokrat Kota Madiun.
Menurutnya, Demokrat membuka penjaringan bakal calon sejak 1–10 Mei.
Selama itu, ada lima orang yang mendaftar. Selain dirinya, Bagus Rizki Dinarwan, F Bagus Panuntun, dan Kiagus Firdaus ada juga Maidi.
‘’Kami ingin memberikan ruang seluas-luasnya bagi mereka yang berniat maju pilkada. Baik dari internal maupun eksternal parpol serta masyarakat umum,’’ ujarnya.
Istono menambahkan pihaknya memang sengaja membuka proses penjaringan bacawali-bacawawali lantaran partainya tidak bisa mengusung pasangan calon (paslon) sendiri.
Begitu juga dengan partai lainnya. ‘’Sehingga butuh koalisi kerja sama lintas parpol,’’ ungkap wakil ketua DPRD tersebut.
Soal siapa siapa yang bakal diusung kelak, kata dia, sepenuhnya bergantung keputusan dari DPP Demokrat.
Meski begitu, Istono meyakini rekomendasi bacawali bakal diberikan kepada calon petahana.
Sedangkan bacawawali, bakal ditentukan bersama dengan koalisi parpol pengusung Maidi. ‘’Nanti bagaimana Pak Maidi dan parpol koalisi menghendaki siapa bacawawalinya,’’ bebernya. (ggi/her)
Editor : Mizan Ahsani