Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Antisipasi Ancaman Gagal Panen, Pemkot Madiun Gulirkan Lagi Program Asuransi Usaha Tani Padi

Anggiyan Bayu • Minggu, 12 Mei 2024 | 23:15 WIB
AKTIVITAS PERTANIAN: DKPP Kota Madiun tahun ini kembali memfasilitasi AUTP bagi petani. (DOK/JAWA POS RADAR MADIUN)
AKTIVITAS PERTANIAN: DKPP Kota Madiun tahun ini kembali memfasilitasi AUTP bagi petani. (DOK/JAWA POS RADAR MADIUN)

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Ancaman gagal panen di Kota Madiun coba diperhatikan pemkot. Tahun ini, dinas ketahanan pangan dan pertanian (DKPP) kembali memfasilitasi kepesertaan asuransi usaha tani padi (AUTP).

‘’Asuransi untuk tahun ini kami programkan lagi. Dulu sebenarnya sudah terprogram, tapi sempat berhenti,’’ kata Kepala DKPP Kota Madiun Totok Sugiarto, Minggu (12/5/2024).

Totok menjelaskan, petani gagal panen bakal mendapat ganti rugi program AUTP dari pemerintah. Besaran klaim ganti-rugi dihitung per hektare lahan yang diasuransikan. Untuk kurang dari satu hektare, diakumulasikan dengan dampak gagal panen dari total lahan kelompok tani (poktan). ‘’Dari pihak asuransi sudah ada hitung-hitungannya,’’ ujarnya.

Meski begitu, Totok menyebut besaran klaim asuransi dapat berbeda-beda. Pun, ditentukan hasil verifikasi faktual oleh pihak asuransi. Salah satunya mempertimbangkan hasil panen. Sebagai contoh, petani mampu memproduksi 10 ton padi, namun karena gagal panen hanya mampu delapan ton. Nah, 2 ton sisanya bisa diasuransikan. ‘’Diharapkan petani tidak banyak merugi,’’ jelasnya.

Sesuai skema pencairan asuransi, petani cukup mengajukan ke DKPP atau melapor melalui kelompok tani (poktan) dan petugas lapangan. Kemudian, proses persyaratan dan pemberkasan akan dilakukan DKPP. Setelah itu, petugas DKPP serta petugas asuransi bakal turun melakukan verifikasi. ‘’Cukup lapor. Nanti, kami bersama pihak asuransi akan cek lapangan. Jika memenuhi kriteria, klaim bisa diberikan,’’ janjinya.

Dia menambahkan, program asuransi tersebut diharapkan bisa meringankan beban petani. Kegagalan panen tidak hanya ditanggung petani. Namun, pemerintah juga turut bertanggung jawab. ‘’Pemerintah juga ikut menanggung,’’ pungkasnya. (ggi/den)

Editor : Hengky Ristanto
#asuransi #kota madiun #DKPP #AUTP