KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Lapas Kelas I Madiun semakin sesak. Setelah mereka menerima 30 narapidana baru layaran dari Rutan Medaeng. Rabu (15/5) puluhan warga binaan itu langsung menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan setibanya di Kota Madiun. Meliputi skrining tuberkulosis (TB) dan HIV.
Kalapas Kelas I Madiun Anton Budiharta mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk mendeteksi potensi infeksi TB dan HIV di antara narapidana yang baru masuk. Prosedur ini mencakup tes darah dan kulit.
‘’Pemeriksaan kesehatan skrining TB-HIV merupakan langkah penting dalam memastikan lingkungan lapas yang sehat dan aman bagi semua narapidana utamanya mereka yang baru masuk,’’ katanya.
Pihaknya selama ini memang intens melakukan pemeriksaan kesehatan rutin terhadap narapidana. Dengan harapan, sebagai bentuk deteksi penyebaran penyakit dalam penjara.
‘’Hasil dari pemeriksaan itu semuanya (narapidana baru) negatif. Kami berkomitmen untuk melindungi kesehatan mereka serta mencegah penyebaran penyakit menular di dalam lapas,’’ ungkap Anton.
Selain menjalani pemeriksaan kesehatan, kata dia, para narapidana yang baru masuk itu juga sempat mendapatkan penyuluhan tentang pentingnya menjaga kesehatan dan mencegah penyakit menular.
‘’Kami sediakan dukungan konseling bagi mereka yang mungkin memerlukan informasi lebih lanjut atau bantuan psikologis terkait dengan hasil pemeriksaan kesehatan,’’ terangnya.
Sementara itu, Kakanwil Kemenkumham Jatim Heni Yuwono menambahkan pemeriksaan TB-HIV tersebut merupakan bagian dari pencegahan penyakit menular di dalam lapas. ‘’Melalui langkah proaktif ini, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang lebih sehat dan aman bagi seluruh warga binaan,’’ harapnya. (ggi/her)
Editor : Hengky Ristanto