Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Duo Bagus Berpeluang Dampingi Maidi di Pilkada Kota Madiun, Mantan Lawan Sang Petahana Bilang Begini

Anggiyan Bayu • Jumat, 17 Mei 2024 | 22:00 WIB
Ilustrasi Pilkada 2024 di Madiun Raya (RADAR MADIUN)
Ilustrasi Pilkada 2024 di Madiun Raya (RADAR MADIUN)

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pilkada Kota Madiun masih lama. Pun, belum tampak siapa bakal calon yang akan melawan sang petahana.

Yang heboh saat ini justru bursa pendamping Maidi.

Setiap parpol koalisi saling berlomba menyodorkan kandidat bakal calon wakil wali kota untuk menemani Maidi.

Dari sekian nama yang mencuat, ada duo Bagus.

’’Bagus Golkar (Bagus Rizki Dinarwan) dan Bagus PSI (F Bagus Panuntun) dua-duanya sudah cukup kuat. Menurut saya pribadi menganggap dua pilihan itu sudah paling bagus,’’ ucap mantan calon wali kota (cawali) pilkada 2018 Harryadin Mahardika.

Ucapan Mahardika tidak salah.

Sebab, dalam berbagai hasil survei maupun jajak pendapat yang dilakukan oleh sejumlah lembaga, nama mereka dianggap paling potensial sebagai pendamping Maidi saat ini.

Bagus Rizki Dinarwan dan F Bagus Panuntun sama-sama mampu membawa Golkar maupun PSI memperoleh tambahan kursi sekaligus mendongkrak perolehan suara pada pemilu 2024 lalu.

Karena itu, Mahardika menilai jalannya arah politik bakal terang setelah Maidi menentukan bakal calon wakil wali kotanya (bacawawali) nanti.

Mahardika juga menyakini saat ini partai yang tergabung dalam koalisi gemuk masih wait and see.

Sebab, menurutnya, penentuan bacawawali pendamping Maidi berkaitan dengan suksesi pilkada 2029.

‘’Kalau Pak Maidi sudah memilih (siapa bacawawali), ibarat ada calon yang maju lagi akan ketahuan,’’ ujar peraih gelar doktoral di Faculty of Business and Economics Monash University itu.

Pun, Mahardika berpendapat tingkat keterpilihan Maidi sebagai calon petahana begitu kuat.

Berdasarkan alasan itu pula dirinya memutuskan untuk sementara menjadi penonton pada pilkada 2024.

‘’Kalau melihat saya sendiri tidak ada potensi menang jika melawan Pak Maidi. Kalau (pilkada) 2029 masih mungkin. Tapi, kalau sekarang agak susah,’’ kata Direktur Etawa Dairy Industry itu.

Meski demikian, tingkat popularitas Mahardika saat ini masih cukup tinggi sebagai bacawali.

Sesuai hasil survei yang dirilis The Republic Institute pada Selasa (14/5) lalu, tingkat popularitas pria kelahiran 14 Agustus 1980 itu mencapai sekitar 85 persen.

‘’Kalau sampai sejauh ini saya rasa belum waktunya saya maju lagi. Kecuali ada calon baru di luar perkiraan, saya nggak tahu mau ikut atau tetap menjadi penonton nantinya,’’ tandas Mahardika.

Yang jelas, dia menilai elektabilitas Maidi saat ini cukup kuat.

Sehingga, bacawali lain yang ingin menjadi penantangnya pasti akan pikir-pikir. ‘’Ya semua calon pasti punya hitung-hitungan potensi menang atau tidak,’’ pungkasnya. (ggi/her)

Editor : Mizan Ahsani
#pilkada #Maidi #Bagus #wakil #madiun #wali kota #harryadin mahardika