KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Kenaikan harga emas berbanding lurus dengan peningkatan jumlah pembeli. Hal itu terjadi dalam perniagaan emas belakangan ini.
''Saat harga naik, masyarakat panic buying karena takut besok-besok akan lebih tinggi,'' kata Manajer Distro PT Pegadaian Galeri Dua Empat Kota Madiun Valentina Ratria, Senin (20/5).
Valentina menyampaikan, harga emas saat ini Rp 1.384.000 per gram.
Nominal itu lebih mahal ketimbang banderol pada Januari 2024 lau senilai Rp 1.157.000.
Dengan kata lain, kurun lima bulan naik Rp 227 ribu. ''Penjualan kami mengalami peningkatan saat ini,'' ujarnya.
Banderol emas berpotensi terus meroket.
Kenaikan harga yang terjadi ditangkap sebagai momen berinvestasi. Alhasil, masyarakat berbondong-bondong membeli emas.
Valentina mengaku, belakangan pihaknya bisa menjual 80 sampai 200 gram emas per hari.
''Kebanyakan pembeli merupakan pelanggan lama yang sudah mengetahui pasaran emas,'' ungkapnya.
Para ibu-ibu banyak memburu jenis perhiasan.
Sementara kalangan lain seperti pensiunan, memilih bentuk logam.
Ya, kenaikan harga emas yang terjadi saat ini relatif berdampak ke grafik perniagaannya. ''Salah satu penyebab emas naik karena terjadi inflasi di Amerika,'' pungkas Valentina. (mg1/den)
Editor : Mizan Ahsani