Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Sebanyak 153.692 Jiwa Masuk Pemilih Potensial Pilkada Kota Madiun, KPU Mulai Petakan TPS

Erlita H • Sabtu, 25 Mei 2024 | 15:30 WIB

 

ILUSTRASI FOTO: Proses pemungutan suara saat pemilu 2024 lalu. Sebagian besar pemilih pemilu bakal kembali nyoblos kembali di pilkada tahun ini. (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)
ILUSTRASI FOTO: Proses pemungutan suara saat pemilu 2024 lalu. Sebagian besar pemilih pemilu bakal kembali nyoblos kembali di pilkada tahun ini. (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Hasil sinkronisasi antara Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) dan daftar pemutakhiran berkelanjutan telah diterima KPU Kota Madiun. Ternyata angka pemilih potensial untuk pilkada 2024 mengalami penurunan dibandingkan saat pemilu lalu.

KPU setempat mencatat ada sebanyak 153.692 jiwa yang termasuk dalam DP4 untuk pilkada. Terdiri dari 73.484 pemilih laki-laki dan 80.208 perempuan (selengkapnya lihat grafis). Sementara, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) pemilu lalu ada sebanyak 153.880 jiwa. Artinya, ada pengurangan sekitar 188 pemilih untuk pilkada 2024.

Komisioner Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Kota Madiun Izza Kustiarti berdalih penurunan tersebut disebabkan karena sebagian pemilih pada pemilu lalu termasuk di dalamnya merupakan warga binaan lapas.

‘’Karena di DPT pemilu lalu kan warga binaan lapas yang KTP-nya luar Kota Madiun masih ikut. Lah, untuk DP4 pilkada ini semua warga Kota Madiun,’’ katanya kemarin (24/5).

Dia menyatakan proses pemutakhiran data pemilih pilkada 2024 cukup panjang. Saat ini, pihaknya mulai memetakan tempat pemungutan suara (TPS) untuk pemilihan wali kota (pilwakot). ‘’Pemetaan dilakukan mulai 19–31 Mei,’’ ujarnya.

Ada beberapa hal yang ditekankan dalam pemetaan TPS. Berupa penghitungan jumlah TPS dan jumlah pemilih dengan mengacu beberapa ketentuan. Ketentuan tersebut, di antaranya tidak boleh menggabungkan desa atau kelurahan.

Kemudian, memberikan kemudahan bagi pemilih ke TPS, tidak memisahkan pemilih dalam satu keluarga pada TPS yang berbeda, memerhatikan aspek geografis dan lain sebagainya.

Sesuai ketentuan, jumlah maksimal di tiap TPS pada pilkada 2024 adalah 600 DPT. Hasil dari pemetaan nanti, selanjutnya akan dipakai sebagai dasar untuk pencocokan dan penelitian (coklit) pada 24 Juni–24 Juli. Berupa pencocokan data DP4 dengan identitas kependudukan.

‘’Dari DP4 yang diturunkan itu kami akan mengambil ring paling minimal 585 pemilih per TPS. Jadi, naik turunnya sekian itu. Dan, estimasi untuk jumlah TPS ada 265 atau hampir setengah dari pemilu lalu,’’ terang Izza.

Sedangkan, untuk pemetaan pemilih dan TPS di dalam Lapas Pemuda Madiun dan Lapas Kelas I Madiun bakal dilakukan di kemudian hari. ‘’Di lapas masih belum ya. Ini yang di luar lapas dulu. Mungkin (kalau ditambah) di dalam lapas yang merupakan penduduk Kota Madiun dan warga binaan se-Jatim bisa sampai 4–5 TPS nanti atau menjadi sekitar 269–270 TPS,’’ bebernya.

Yang jelas, kata Izza, proses pemutakhiran data pemilih untuk pilkada 2024 masih cukup panjang tahapannya. Setelah DP4 diturunkan, KPU lebih dulu akan memetakan per ke kecamatan dari jumlah pemilih potensial tersebut.

Sebab, dalam DP4 tersebut masih ada warga atau calon pemilih yang kelahiran di bawah tahun 1945. ‘’Hari ini mulai kami petakan (TPS dan pemilih) per kecamatan. Karena DP4 yang diturunkan ini masih kotor ya, sehingga perlu pemutakhiran,’’ katanya.

Menurut Izza, pemetaan TPS merupakan langkah awal dalam menyusun DPT pilkada Kota Madiun, serta pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jatim. Pun, data itu segera ditindaklanjuti secara berjenjang oleh panitia pemilih kecamatan (PPK), panitia pemungutan suara (PPS), dan petugas pendaftaran pemilih (pantarlih).

‘’Walaupun PPS belum terbentuk (dilantik), kami coba bekerja sama dengan PPK. Dan, setelah itu mulai melakukan perekrutan pantarlih untuk proses pencocokan dan penelitian (coklit),’’ jelasnya.

Di samping itu, pihaknya berharap peran aktif masyarakat dalam menyongsong pilkada 2024. Seperti membantu memberikan masukan kepada petugas nanti terkait data pemilih. ‘’Untuk menetapkan DPT itu masih lama jadwalnya. Setidaknya enam bulan ke depan. Ini proses ke depan adalah pembentukan pantarlih,’’ kata Izza. (mg1/her)

JUMLAH DATA PEMILIH POTENSIAL PILKADA: 153.692 jiwa

Pemilih laki-laki: 73.484 jiwa

Pemilih perempuan: 80.208 jiwa

Ring minimal pemilih per TPS: 585 pemilih per TPS

Perkiraan jumlah TPS: 265 TPS

Perkiraan TPS di Lapas: 4–5 TPS

Editor : Hengky Ristanto
#pilkada #DPT #kota madiun #KPU #dp4