KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pengalaman berharga bakal dicicipi belasan siswa SMP di Kota Madiun. Mereka diundang Kementerian Pendidikan Korea Selatan (Korsel) mengikuti pameran pendidikan di Negeri Ginseng tersebut.
Sesuai rencana, rombongan akan berangkat pada Senin (27/5). Mereka dijadwalkan mengikuti pameran yang diselenggarakan hingga 3 Juni itu. Adalah Viona Halden Amandasari, salah satu di antaranya belasan siswa SMP yang beruntung turut serta dalam rombongan tersebut.
Viona mengaku bangga. Karena tidak semua siswa bisa mewakili Kota Madiun dalam pameran pendidikan itu. Dia bersama dengan anak-anak yang lainnya membawa misi untuk mengenalkan budaya dan produk Kota Madiun seperti pecel, batik dan pencak silat.
Pun, pengembangan sistem pembelajaran digital yang sudah berjalan selama 2–3 tahun terakhir di Kota Madiun bakal dipromosikan juga. ‘’Agar Madiun makin dikenal sebagai kota cerdas dan mendunia,’’ ujarnya, Sabtu (25/5).
Gadis 15 tahun itu ditunjuk oleh sekolahnya untuk mempromosikan sambal pecel. Dia mengaku sudah belajar banyak terkait cara membuat sambal pecel khas Madiun. ‘’Ketika kami memamerkan (produk) di sana nanti akan dilihat oleh (perwakilan) 22 negara lain. Diharapkan, Kota Madiun bisa dikenal dunia,’’ harap siswi SMPN 1 Kota Madiun itu.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun Lismawati mengungkapkan, undangan pameran pendidikan dari Korsel itu menjadi suatu kebanggaan baginya. Dia berharap bisa menyerap banyak pembelajaran tentang pendidikan dari negara lain selama di Korea.
‘’Ada 22 negara yang diundang salah satunya Indonesia dan yang ditunjuk itu dari Kota Madiun. Alasannya, karena transformasi digitalnya benar-benar sudah diakui baik di tingkat nasional maupun internasional,’’ katanya.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Wali Kota Madiun Eddy Supriyanto menyebut pembiayaan untuk mengikuti pameran pendidikan tersebut sebagian besar ditanggung oleh Pemerintah Korsel. ‘’Ini momen istimewa yang bisa membawa hal positif bagi Kota Madiun. Karena kita bisa mengenalkan produk dan seni-budaya daerah,’’ pungkasnya. (mg1/her/*)
Editor : Hengky Ristanto