Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Jemaah Calon Haji dari Kota Madiun City Tour Makkah, Ziarahi Jabal Rahmah hingga Gua Hira

Erlita H • Selasa, 28 Mei 2024 | 03:43 WIB
UMRAH: KBIH Jabal Rahmah serta Al-Mabrur ketika menjalani Sai atau lari-lari kecil di antara Bukit Safa dan Marwah.
UMRAH: KBIH Jabal Rahmah serta Al-Mabrur ketika menjalani Sai atau lari-lari kecil di antara Bukit Safa dan Marwah.

MAKKAH, Jawa Pos Radar Madiun - Salah satu titik yang mesti dikunjungi jemaah haji adalah Jabal Rahmah. Lokasinya ada di Arafah. Mulai pagi waktu Arab Saudi (WAS), sebanyak 212 jemaah yang tergabung dalam KBIH Jabal Rahmad dan Al-Mabrur akan mengunjungi bukit yang menjadi lokasi bertemunya Nabi Adam dengan Hawa setelah mereka terpisah ratusan tahun itu.

Hanya saja,  rute perjalanannya akan dipisah antara KBIH Jabal Rahmah dan Al-Mabrur. Misalnya, KBIH Jabal Rahmah lebih dulu akan ke tempat penyembelihan hewan dam. Lalu, ke Jabal Nur dan Jabal Tsur. Baru setelah itu ke Jabal Rahmah.

Khusus di Jabal Nur, para jemaah yang memang tenaganya prima bisa mendaki bukit tersebut dan menjalankan salat dua rakaat di dalam Gua Hira. Yakni, gua yang menjadi tempat Rasulullah menerima wahyu pertama.

‘’Semuanya (jemaah) ikut city tour dengan rute yang berbeda-beda. Artinya, KBIH Jabal Rahmah memiliki rute sendiri begitu juga dengan KBIH Al Mabrur punya rute masing-masing,’’ ujar Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) Kota Madiun Miftahul Huda kemarin (26/5).

Karena city tour bakal dilaksanakan sejak pagi hingga menjelang sore WAS, dirinya mengimbau kepada seluruh jemaah calon haji untuk menjaga kesehatan. Pasalnya, kondisi cuaca di Makkah begitu panas. Rata-rata suhu di Tanah Suci mencapai 40–45 derajat celsius.

‘’Untuk kondisi jemaah saat ini ada beberapa yang memang kecapekan, batuk dan pilek setelah mengikuti perjalanan dari Madinah ke Makkah hingga dilanjutkan menjalani umrah wajib,’’ ungkap Gus Miftah.

Menurutnya, gejala itu termasuk lumrah. Karena bagian dari penyesuaian kondisi tubuh para jemaah dengan cuaca di Makkah. Di sisi lain, Gus Miftah mengungkapkan persoalan teknis sempat dihadapi pihaknya.

Problem itu menyangkut soal perpindahan atau pertukaran kamar antarjemaah. Khususnya, para jemaah lansia yang kamarnya dipindah dekat dengan pos kesehatan. Harapannya, kondisi kesehatan jemaah yang termasuk kategori risiko tinggi (risti) itu bisa dipantau secara berkala.

‘’Mudah-mudahan ini yang terakhir. Karena untuk penataan kamar, kami membutuhkan waktu yang lumayan. Soalanya, kendalanya sebagian jemaah yang lain ada yang menerima dan tidak,’’ terang Gus Miftah. ***(mg1/her)

Editor : Hengky Ristanto
#haji #makkah #kota madiun #jabal nur #jabal rahmah #gus miftah