KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Fenomena El Nino mengancam sektor pertanian di Kota Madiun. Diperkirakan belasan hektare sawah di tujuh kelurahan berpotensi mengalami kekeringan selama musim kemarau.
Sub Koordinator Budidaya, Sarana, dan Prasarana Pertanian DKPP Irsad Dawami mengungkapkan, sektor pertanian yang terancam terdampak kekeringan itu tersebar di Rejomulyo, Tawangrejo, Kanigoro, Ngegong, Banjarejo, Manisrejo dan Kranggan (Demangan).
Di tujuh lokasi tersebut pihaknya sudah membangun sumur dalam 6 inchi untuk menjaga ketersediaan air. Selain itu, sumur irigasi ukuran 2–3 inchi juga telah dibangun di Sogaten, Kelun, Klegen dan Manguharjo.
‘’Jadi, penanganan dampak kekeringan di sektor pertanian kami lakukan dengan mempertimbangkan karakteristik kelompok budidaya prima dibandingkan secara konvensional yang menghasilkan beras sehat,’’ terangnya, Sabtu (1/6).
Menurutnya, budidaya pertanian prima berupa padi organik tersebut dikembangkan di tiga lokasi. Meliputi Tawangrejo, Sogaten, dan Kranggan. Hal ini dikarenakan hasil dari budidaya prima lebih ramah lingkungan.
Karena itu, pihaknya mengimbau agar petani beralih menggunakan sistem budidaya prima. Mengingat kuota pupuk subsidi tahun ini masih terbatas. ‘’Kalau pupuk (subsidi) sampai akhir tahun secara kalkulasi tidak mencukupi, tetapi selama kita bijak dalam penggunaan pupuk, insya Allah bisa sampai akhir tahun,’’ harap Irsad.
Di samping terdampak kekeringan, sektor pertanian selama terjadinya fenomena El Nino juga terancam serangan hama wereng. Irsad mengaku potensi ancaman itu selalu diantisipasi oleh pihaknya setiap tahun dengan penyediaan obat-obat pertanian. ‘’Tetapi, kami selalu mengupayakan sebelum penggunaan obat lebih mendahulukan agen hayati,’’ tuturnya. (mg1/her)
SAWAH BERPOTENSI TERDAMPAK KEKERINGAN
Kelurahan Rejomulyo
Kelurahan Tawangrejo
Kelurahan Kanigoro
Kelurahan Ngegong
Kelurahan Banjarejo
Kelurahan Manisrejo
Kelurahan Demangan (Kranggan)
Editor : Hengky Ristanto