KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kawasan Masjid Kuno Kuncen digadang-gadang akan menjadi salah satu wisata religi terintegrasi.
Salah satu konsep yang akan digarap dinas kebudayaan, pariwisata, pemuda dan olahraga (disbudparpora) adalah penambahan festival gembrung.
Kepala Disbudparpora Kota Madiun Agus Purwowidagdo mengatakan, kawasan Masjid Kuno Kuncen sudah selesai direvitalisasi tahun lalu.
Penyempurnaan dilakukan pada pembangunan jalur pedestrian, menara masjid dan rehabilitasi sendang Kuncen.
Baca Juga: Tinggal Hitungan Hari, Komisioner KPU Kabupaten Madiun Terpilih Belum Diumumkan, Ini Alasannya
Saat ini, pihaknya tinggal menyusun beberapa kegiatan kebudayaan yang bisa digelar di sekitar kawasan Masjid Kuno Kuncen.
Salah satunya adalah penyelenggaraan festival gembrung.
Sayangnya, hingga saat ini pihaknya masih mencari tempat di sekitar kawasan masjid yangt bisa dijadikan lokasi festival tersebut.
‘’Jadi, selain Masjid Kuno Kuncen, kami juga siapkan Masjid Kuno Taman sebagai destinasi wisata religi untuk menarik wisatawan datang ke Kota Madiun,’’ ungkapnya.
Di samping itu, pihaknya juga sedang konsen menyusun konsep pengembangan potensi wisata di masing-masing kelurahan.
Dengan begitu, diharapkan masing-masing kelurahan memiliki daya tarik tersendiri.
Sebelumnya, Agus mengungkapkan wisata bersepeda sudah dicanangkan untuk mempromosikan beberapa potensi yang ada di Kota Madiun.
‘’Pembangunan itu kalau bisa semua masyarakat bisa menikmati dampaknya. Jadi, tidak hanya di pusat kota tapi di pinggir-pinggir kota juga dapat menikmati,’’ terangnya. (mg1/her)
Tentang Masjid Kuno Kuncen
Latar belakang pengaruh: Kerajaan Pajang-Kasultanan Demak dan Mataram
Perkiraan tahun pembangunan: Abad ke-15
Masa pemerintahan: Pangeran Timoer atau Ki Ronggo Jumeno
Nama lain: Masjid Nur Hidayatullah
Arsitektur peninggalan:
- Terdiri dari empat tiang yang masing-masing saling berkaitan. Satu tiang tengah disebut soko guru
- Terdapat mighrab
- Pawestren
- Pendapa
- Bedug bawaan
- Buncet
- Gentong
- Meja dampar