KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Kemarau telah tiba. Kekeringan masih menjadi momok bagi sejumlah kawasan.
Tak terkecuali di Kota Madiun.
''Potensi kekeringan ada di dua kelurahan,'' kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun Wahyudi, kemarin (3/6).
Catatan BPBD, potensi kekeringan terdapat di Kelurahan Tawangrejo dan Kelun, Kecamatan Kartoharjo.
Di Tawangrejo, ancaman kekeringan itu menyasar 13 kepala keluarga (KK) di RT 13 RW 04.
Sementara di Kelun, mengancam RT 20-23, RW 05. Di empat RT itu terdapat sembilan KK.
Wahyudi mengklaim, kurun beberapa tahun terakhir nihil kekeringan di Kota Madiun.
Namun, pada 2023 masalah kesulitan air bersih muncul di dua kelurahan itu.
Penyebabnya, lanjut dia, sumur pompa yang digunakan masyarakat tidak mengeluarkan air.
''Warga belum menggunakan PDAM, diharapkan segera pasang,'' ungkapnya.
Sejumlah hal disiapkan menyikapi potensi kekeringan. Seperti, perbaikan delapan tandon air dan sejumlah jeriken.
Kemudian, dua truk tangki sebagai sarana penyaluran air. "Ada empat tandon ukuran 1.200 liter di tiap kelurahan,'' ujarnya. (mg1/den)
Potensi Kekeringan di Kota Madiun
- RT 13 RW 04 Kelurahan Tawangrejo, 13 KK
- RT 20, 21, 22, 23, RW 05 Kelurahan Kelun, 9 KK
- Total: Lima RT, dengan jumlah 22 KK