KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Maidi sedang dibayangi putusan yang sulit dalam menentukan bacawawali.
Bagaimana tidak, dia punya beberapa pilihan calon AE 2.
Mulai dari Inda Raya Ayu Miko Saputri, F Bagus Panuntun, Bagus Rizki Dinarwan, Kiagus Firdaus, dan Andro Rohmana Putra.
Sebelumnya, mereka sudah menyatakan diri mengikuti penjaringan calon lewat sejumlah partai politik (parpol).
Sementara di luar nama-nama itu masih ada Harryadin Mahardika, Mokh Sodiq Triwidiyanto (sekda Ngawi), dan M Nur Sodiq yang ikut digadang-gadang meramaikan bursa bacawawali.
Peneliti Utama The Republic Institute Sufyanto mengaku, dinamika politik pilkada 2024 mengalami stagnasi di Kota Madiun.
Karena belum munculnya bacawali lain penantang calon petahana, Maidi.
Sebaliknya, beberapa nama menyatakan kesiapannya untuk mendampingi Maidi sebagai bacawawali.
Hanya saja, pihaknya belum bisa memastikan tingkat popularitas dan elektabilitas masing-masing kandidat bacawawali tersebut.
‘’Kami belum survei potensi bacawawali Kota Madiun. Terutama Maidi. Apalagi, pendaftaran paslon (pasangan calon) masih 27–29 Agustus,’’ kata Sufyanto lewat sambungan telepon kemarin (4/6).
Meski begitu, lanjut dia, Maidi perlu mempertimbangkan bacawawali pilihannya.
Misalnya, sosok bacawawali yang ideal adalah memiliki elektabilitas tinggi.
Tapi, Sufyanto mengaku keputusan dalam menentukan bacawawali merupakan hak dari Maidi dan partai koalisi.
‘’Saran saya, Maidi harus memilih wakil siapa pun yang bisa menambah elektabilitas pasangan. Atau paling minimal tidak mengurangi elektabilitas Maidi,’’ terangnya.
Lantas bagaimana dengan peluang Maidi-Inda Raya (MaDa) jilid II di pilkada 2024?
Soal itu, Sufyanto mengaku belum berani komentar banyak.
Namun, menurutnya, survei mantan wawali periode 2019–2024 itu cukup diperhitungkan.
‘’Tapi, kalau bicara peluang Mada jilid II, Saya perlu melakukan simulasi. Saat ini belum bisa berpandangan di luar data yang kami miliki. Simulasi kami lakukan Juli nanti,’’ ungkap Sufyanto.
Di sisi lain, Sufyanto menilai peluang bacawali lain muncul masih berpotensi terjadi.
Karena sampai dengan saat ini ada tiga partai politik (parpol) yang belum menentukan arah dukungannya.
Yakni, PDIP, Perindo dan PKS.
‘’Sosok penantang bergantung parpol pengusung. Tinggal Perindo, PDIP dan, PKS. Atau apakah akhirnya justru memilih incumbent atau ada alternatif bacawali lain,’’ pungkasnya. (ggi/her)
Editor : Mizan Ahsani