KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Tidak ada nama Maidi dalam rekomendasi yang dikeluarkan DPP PKB untuk pilkada 2024.
Ini jelas ironi.
Sebab, mantan wali kota Madiun periode 2019–2024 itu sebelumnya sempat mengikuti pembekalan calon kepala daerah (cakada) yang digelar DPW PKB Jatim beberapa waktu lalu.
Khusus di Jatim, ada sebelas kabupaten/kota yang telah mendapatkan rekomendasi dari PKB untuk pilkada 2024.
Dua di antaranya merupakan Ngawi dan Magetan.
Untuk Ngawi, rekom diberikan kepada Ony Anwar Harsono. Sedangkan Magetan, rekom jatuh kepada Nanik Endang Rusminiarti.
Ketua DPC PKB Kota Madiun Ngedi Trisno Yhusianto punya alasan kenapa partainya belum mengeluarkan rekomendasi bakal calon wali kota (bacawali) Madiun sampai kemarin (4/6).
Menurutnya, rekomendasi akan dikeluarkan dalam satu paket pasangan calon (paslon).
Sementara untuk Kota Madiun, sampai saat ini belum ada bakal calon wakil wali kota (bacawawali) yang dipilih untuk mendampingi Maidi.
Sehingga, permintaan rekomendasi calon belum bisa diproses oleh DPP.
‘’Rekomendasi isinya pasangan calon, bukan salah satu calon. Kami menunggu gandengannya (Maidi, Red) siapa, sehingga kami usulkan rekomendasi,’’ katanya.
Meski begitu, Ngedi menyatakan partainya hingga saat ini masih konsisten mendukung Maidi sebagai bacawali.
Baca Juga: Pilkada Kabupaten Madiun Diramaikan Banyak Anak Muda, Tiga Milenial Daftar Bacawabup Demokrat
Pun, memberikan keleluasaan bagi Maidi dalam menentukan siapa bacawawali pendampingnya.
Namun, pihaknya memberikan batas waktu atau deadline hingga akhir bulan ini untuk memilih kandidat calon AE 2.
‘’Kami menunggu penentuan. Deadline akhir bulan ini. Rekomendasi AE 2 dan hasil survei kami kasih, tinggal dipilih yang mana,’’ ujarnya.
Dari hasil proses penjaringan calon, Ngedi menyebut ada tiga nama kandidat bacawawali yang telah disampaikannya ke DPW dan DPP.
Mereka adalah F Bagus Panuntun (ketua DPD PSI), Bagus Rizki Dinarwan (ketua DPD Golkar), dan Kiagus Firdaus (CEO Juragan Parkir 55).
‘’Tergantung (calon) AE 1. Semua kandidat kami jagokan, kami tidak pilih salah satu. Kecuali kami punya kader (dijagokan), wong kami nggak punya kader,’’ jelasnya.
Ngedi menambahkan apabila sampai dengan akhir bulan nanti belum ada kepastian terkait kandidat bacawawali, pihaknya bakal membuka proses penjaringan calon kembali.
Mekanismenya sama dengan yang sudah disyaratkan oleh DPP, yakni lewat sistem online.
‘’Akhir bulan saya menunggu mereka, saya kasih waktu. Setelah penentuan, baru saya usulkan (rekomendasi paslon),’’ terang anggota DPRD terpilih dengan suara terbanyak di Pemilu 2024 itu.
Di sisi lain, Ngedi mengaku sampai saat ini juga belum terbentuk koalisi.
Namun, dia menyatakan sudah berkomunikasi dengan beberapa partai politik (parpol) lain.
‘’Komitmen dukung atau tidak dukung (bacawali) itu sudah selesai. Apakah perlu dibentuk koalisi? Tapi, apa artinya koalisi kalau yang menentukan rekomendasi DPP,’’ katanya. (ggi/her)
Editor : Mizan Ahsani