KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Jumlah pendaftar jalur kuota khusus SMP negeri membeludak.
Di SMPN 12 Kota Madiun misalnya.
Sampai dengan hari terakhir pendaftaran, Rabu kemarin (5/6), sudah mencapai 145 anak yang mendaftar. Sementara, kuota yang tersedia hanya 74 kursi.
‘’Hari ini hari terakhir (kemarin, Red) pendaftaran offline jalur kuota khusus. Khusus di SMPN 12, ada 145 pendaftar dari pagu yang tersedia sebanyak 74 kursi,’’ ungkap Waka Kesiswaan SMPN 12 Maruf Condro Wasisto.
Menurutnya, jalur kuota khusus itu sesuai dengan 30 persen pagu sekolah.
Sedangkan 71 pendaftar lainnya nanti bakal dialihkan melakukan pendaftaran online di beberapa jalur seleksi. Mulai jalur afirmasi, nilai rapor, hingga zonasi.
‘’Sejak awal kami arahkan untuk mengikuti pendaftaran online. Seandainya tetap belum lolos, kesempatan pendaftaran online bakal dibuka kembali jika pagu sekolah belum terpenuhi,’’ ujar Maruf.
Lebih lanjut, Maruf mengungkapkan bahwa rerata pendaftar jalur kuota khusus SMPN 12 berasal dari Desa Tiron dan Desa Banjarsari, Kecamatan/Kabupaten Madiun.
Mengingat sekolahnya berada di jalur perbatasan kota-kabupaten.
‘’Semoga tahun ini bisa delapan kelas penuh. Kalau tahun lalu hanya tujuh kelas,’’ harapnya.
Sementara itu, Kabid Kurikulum, Pembinaan Bahasa dan Sastra Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Madiun Slamet Hariyadi mengatakan, monitoring dan evaluasi (monev) penerimaan peserta didik baru (PPDB) jalur khusus dilakukan di SMPN 8, 9, 12 dan 14.
‘’Pendaftar jalur kuota khusus cukup tinggi. Bahkan, melebihi kuota. Tapi, mayoritas (pendaftar) berasal dari luar kota,’’ ungkapnya.
Dia memerinci terdapat 123 pendaftar dari 56 kuota yang tersedia di SMPN 8. Kemudian, 91 pendaftar dari 56 kuota yang tersedia di SMPN 9.
Lalu, 145 pendaftar dari kuota yang tersedia sebanyak 74 kuota di SMPN 12. Terakhir, sebanyak 71 pendaftar dari 36 kuota di SMPN 14.
‘’Kalau overload harus diseleksi berdasarkan siapa yang mendaftar lebih dulu. Siapa yang paling cepat daftar, berarti yang memiliki niat besar bersekolah di sekolah tujuannya,’’ jelas Hariyadi.
Adapun jalur kuota khusus dibuka untuk memfasilitasi calon peserta didik yang berasal dari daerah perbatasan kota.
Namun demikian, warga Kota Madiun tetap menjadi prioritas utama mendapatkan sekolah di dalam kota.
‘’Secara hitungan kami yakin warga kota masih bisa bersekolah di Kota Madiun,’’ terangnya. (ggi/her)
Editor : Mizan Ahsani