Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Kartu Nusuk Belum Dikantongi, Jemaah Calon Haji Kota Madiun Diimbau Tak Bepergian Terlampau Jauh

Erlita H • Sabtu, 8 Juni 2024 | 07:30 WIB
MENJELANG PUNCAK HAJI:  Suasana rapat pelaksanaan ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. (ISTIMEWA/JAWA POS RADAR MADIUN)
MENJELANG PUNCAK HAJI:  Suasana rapat pelaksanaan ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. (ISTIMEWA/JAWA POS RADAR MADIUN)

MAKKAH, Jawa Pos Radar Madiun - Mobilitas sejumlah jemaah calon haji terbatasi. Terutama, mereka yang masuk kloter 17. Belum semua jemaah mengantongi kartu nusuk alias smart card menjadi biangnya. ''Saat ini kami baru menerima 219 kartu nusuk,'' kata Ketua Kloter 17 Amil Wahib, Jumat (7/6).

Amil menyampaikan, kartu nusuk dibagikan oleh pemerintah Arab Saudi. Pada pembagian pertama, pihaknya mendapat 194 kartu. Pada pembagian kedua 25 kartu.  Sementara, kloter 17 berisi 371 jemaah. Dengan kata lain, ada 152 jemaah yang belum mengantongi kartu nusuk. ''Kekurangan menyusul di pembagian selanjutnya oleh maktab (petugas)," ungkapnya.

Kartu nusuk dapat diartikan sebagai kunci bagi jemaah untuk masuk Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Syarat identitas yang diberlakukan pemerintah setempat dalam pelaksanaan haji tahun ini. ''Jemaah yang belum punya kartu nusuk dihimbau tidak pergi jauh-jauh dari hotel, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,'' ujar Amil.

Kapan seluruh jemaah di kloter 17 bakal mengantongi kartu nusuk belum dapat dipastikan. ''Semoga smart card segera tuntas dibagikan, agar bisa difungsikan jemaah untuk ibadah di Armuzna,'' pungkas pria yang juga menjabat Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Madiun, itu. (mg1/den)

Editor : Hengky Ristanto
#haji #makkah #Armuzna #nusuk